Debat Diusulkan Tanpa Panelis, KPU: Siapa yang Merumuskan Pertanyaan?
Rabu, 20 Februari 2019 - 09:47 WIB
Debat Diusulkan Tanpa Panelis, KPU: Siapa yang Merumuskan Pertanyaan?
A
A
A
JAKARTA - Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Fadli Zon mengusulkan agar debat selanjutnya tanpa melibatkan panelis. Hal senada juga diusulkan oleh Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah yang disampaikan dalam sebuah talkshow salah satu stasiusn televisi.
Menanggapi usulan ini, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengaku tidak mengerti dengan maksud dihilangkannya panelis debat. Arief berbeda pendapat terkait dengan usulan tersebut.
"Kan kemarin sudah kita kasih kesempatan di segmen ke-5 saling bertanya. Di PKPU mengatur debatnya ada yang berperan, ada KPU, ada moderator, ada paslon, ada panelis, itu diatur semua," ujar Arief saat dimintai tanggapannya, Rabu (20/2/2019).
(Baca juga: KPU Janji Buat Debat Ketiga Lebih Menarik Lagi)
Arief menilai, tidak mungkin debat selanjutnya tanpa melibatkan panelis. Sebab selama ini yang bertugas menyusun dan merumuskan pertanyaan adalah para panelis yang sudah melakukan pakta integritas.
"Makanya saya bertanya, kalau tanpa panelis, siapa yang merumuskan pertanyaannya," tandas Arief lagi.
Terkait dengan usulan Cawapres Sandiaga agar pertanyaan cukup disampaikan moderator, Arief menyebut selama ini memang pertanyaan disampaikan moderator. Namun rumusan pertanyaan sebenarnya diberikan oleh para panelis.'
(Baca juga: KPU Umumkan Tambahan 32 Caleg Eks Napi Korupsi, Total Menjadi 81 Caleg)
Sementara Arief menjawab jika pertanyaan langsung disampaikan oleh para paslon, katanya sejauh ini pihaknya telah memberikan kesempatan secara luas model pertanyaan dari paslon di segmen keempat yakni segmen eksploratif.
"Sekarang sudah kita kasih di segmen 4. Orang katanya nanti pertanyaannya enggak fair ini disusun ini, sudah kita beri kesempatan saling bertanya dan membuat pertanyaan sendiri. Nanti kalau saya kasih segmen 1 sampai terakhir saling tanya, kamu pasti protes lagi. Kok saling tanya terus, apa yang ada di dalam pikiranmu, sudah saya sediakan," pungkasnya.
Menanggapi usulan ini, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengaku tidak mengerti dengan maksud dihilangkannya panelis debat. Arief berbeda pendapat terkait dengan usulan tersebut.
"Kan kemarin sudah kita kasih kesempatan di segmen ke-5 saling bertanya. Di PKPU mengatur debatnya ada yang berperan, ada KPU, ada moderator, ada paslon, ada panelis, itu diatur semua," ujar Arief saat dimintai tanggapannya, Rabu (20/2/2019).
(Baca juga: KPU Janji Buat Debat Ketiga Lebih Menarik Lagi)
Arief menilai, tidak mungkin debat selanjutnya tanpa melibatkan panelis. Sebab selama ini yang bertugas menyusun dan merumuskan pertanyaan adalah para panelis yang sudah melakukan pakta integritas.
"Makanya saya bertanya, kalau tanpa panelis, siapa yang merumuskan pertanyaannya," tandas Arief lagi.
Terkait dengan usulan Cawapres Sandiaga agar pertanyaan cukup disampaikan moderator, Arief menyebut selama ini memang pertanyaan disampaikan moderator. Namun rumusan pertanyaan sebenarnya diberikan oleh para panelis.'
(Baca juga: KPU Umumkan Tambahan 32 Caleg Eks Napi Korupsi, Total Menjadi 81 Caleg)
Sementara Arief menjawab jika pertanyaan langsung disampaikan oleh para paslon, katanya sejauh ini pihaknya telah memberikan kesempatan secara luas model pertanyaan dari paslon di segmen keempat yakni segmen eksploratif.
"Sekarang sudah kita kasih di segmen 4. Orang katanya nanti pertanyaannya enggak fair ini disusun ini, sudah kita beri kesempatan saling bertanya dan membuat pertanyaan sendiri. Nanti kalau saya kasih segmen 1 sampai terakhir saling tanya, kamu pasti protes lagi. Kok saling tanya terus, apa yang ada di dalam pikiranmu, sudah saya sediakan," pungkasnya.
(kri)