Salah Data Saat Debat Capres, Fadli Zon Minta Jokowi Minta Maaf

Selasa, 19 Februari 2019 - 14:13 WIB
Salah Data Saat Debat...
Salah Data Saat Debat Capres, Fadli Zon Minta Jokowi Minta Maaf
A A A
JAKARTA - Calon Presiden (Capres) nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) diminta meminta maaf karena menggunakan data salah dalam debat capres sesi kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu 17 Februari lalu. Sebab, menyampaikan data yang salah dianggap sebagai kebohongan publik.

Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Fadli Zon menilai kesalahan data yang disampaikan Jokowi tidak wajar. Dia pun memberikan contoh, bahwa Jokowi menyebut impor jagung pada tahun ini hanya 180.000 ton.

"Padahal 700-an ribu, itu meleset berapa ratus persen. Itu bukan meleset, itu namanya bohong. Kalau meleset itu kalau orang meleset itu ada air sedikit itu kepleset. Kalau ini bukan, ini kebohongan, jadi menurut saya, dia harus minta maaf. Ini kebohongan publik," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/2/2019).

(Baca juga: Jokowi Sebut Data-data yang Kerap Disampaikannya Bukan Karangan)


Politikus Partai Gerindra ini pun menilai kesalahan data yang disampaikan Jokowi dalam debat kedua itu bisa dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Sebab, kata dia, kesalahan data sama saja menyesatkan (Misleading, red).

"Dan yang misleading ini bahaya, artinya menipu rakyat. Maka harus ada tindakan. Kalau meleset boleh, kemudian orang minta maaf. Saya kira harusnya ada dong permintaan maaf kalau data itu salah," pungkas Wakil Ketua DPR itu.

(Baca juga: Jokowi Sebut Tak Ada Kebakaran Hutan Selama 3 Tahun Terakhir)


Selain impor jagung, Jokowi juga telah meralat ucapannya yang mengklaim tidak ada kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dalam kurun tiga tahun terakhir saat debat kedua calon presiden. Jokowi menjelaskan maksud pernyataannya adalah kebakaran hutan menurun drastis.
(kri)
Berita Terkait
Survei Indikator Politik:...
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi-Maruf Cenderung ke Ganjar Pranowo
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Soal Reshuffle Kabinet,...
Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat: Jokowi Menang 2-0 Atas Prabowo-Sandi
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Mau Gabung Kabinet Jokowi: Saya Tidak Ingin Bangsa Ini Pecah
Kepada Deddy Corbuzier,...
Kepada Deddy Corbuzier, Prabowo Blak-blakan Ungkap Alasan Mau Jadi Menteri Jokowi
Sandi Masuk Kabinet,...
Sandi Masuk Kabinet, Jokowi Resmi Rangkul Sepasang Lawan di Pilpres 2019
Berita Terkini
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Infografis
Selain Donald Trump,...
Selain Donald Trump, 4 Capres Ini juga Ditembak saat Kampanye
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved