PDIP: Tudingan Earpiece untuk Tutupi Kekalahan Prabowo di Debat
Senin, 18 Februari 2019 - 15:35 WIB
PDIP: Tudingan Earpiece untuk Tutupi Kekalahan Prabowo di Debat
A
A
A
JAKARTA - Politikus PDIP, Charles Honoris menilai rumor Capres nomor urut 01, Jokowi memakai earpiece sengaja dimainkan oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi demi mengalihkan perhatian publik atas fakta kekalahan Prabowo dalam debat kedua semalam.
"Jika diibaratkan pertandingan tinju, Pak Jokowi sudah membuat 'KO' Pak Prabowo, tapi kemudian tim 02 melempar rumor tak bertanggung jawab bahwa Pak Jokowi menggunakan sarung tinju dari besi. Jelas ini mengada-ada, bahkan mengarah pada fitnah," ujarnya kepada SINDOnews, Senin (18/2/2019).
(Baca juga: Debat Capres Kedua, TKN Tegaskan Tak Ada Earphone di Tubuh Jokowi)
Anggota Komisi I DPR ini menuturkan, kemenangan Jokowi tampak dari argumennya yang detail berdasarkan fakta dan data berupa angka, tidak seperti Prabowo yang lebih kebanyakan retorika. Menurut analisis isi dari 2.789 kata yang keluar dari mulut Prabowo, ia hanya menyebut angka 20 kali.
Sebaliknya, kata dia, Jokowi menyebut angka sebanyak 98 kali. Padahal, Jokowi tidak membawa contekan seperti Prabowo. "Artinya, Pak Jokowi memang menjiwai betul apa yang menjadi kerja, kerja, kerja dan capaian beliau dalam pembangunan di bidang energi, pangan, infrastruktur, SDA dan lingkungan hidup," jelasnya.
Selain soal data, lanjut Charles, respons Prabowo tentang Unicorn dan dengan tidak menjawab pertanyaan Jokowi terkait Revolusi Industri 4.0 membuktikan bahwa digital platform yang menjadi masa depan industri Indonesia, justru tidak menjadi perhatian Prabowo.
(Baca juga: Soal Isu Earphone, Jokowi: Jangan Buat Fitnah)
"Saya mengapresiasi kesigapan KPU yang dengan cepat mengklarifikasi bahwa tidak ada earpiece yang dipakai Pak Jokowi, sehingga tidak menjadi bola liar yang dimanfaatkan banyak pihak. Oleh karenanya, rumor yang sudah mengarah pada fitnah tidak bermutu ini sudah seharusnya dihentikan," tutupnya.
"Jika diibaratkan pertandingan tinju, Pak Jokowi sudah membuat 'KO' Pak Prabowo, tapi kemudian tim 02 melempar rumor tak bertanggung jawab bahwa Pak Jokowi menggunakan sarung tinju dari besi. Jelas ini mengada-ada, bahkan mengarah pada fitnah," ujarnya kepada SINDOnews, Senin (18/2/2019).
(Baca juga: Debat Capres Kedua, TKN Tegaskan Tak Ada Earphone di Tubuh Jokowi)
Anggota Komisi I DPR ini menuturkan, kemenangan Jokowi tampak dari argumennya yang detail berdasarkan fakta dan data berupa angka, tidak seperti Prabowo yang lebih kebanyakan retorika. Menurut analisis isi dari 2.789 kata yang keluar dari mulut Prabowo, ia hanya menyebut angka 20 kali.
Sebaliknya, kata dia, Jokowi menyebut angka sebanyak 98 kali. Padahal, Jokowi tidak membawa contekan seperti Prabowo. "Artinya, Pak Jokowi memang menjiwai betul apa yang menjadi kerja, kerja, kerja dan capaian beliau dalam pembangunan di bidang energi, pangan, infrastruktur, SDA dan lingkungan hidup," jelasnya.
Selain soal data, lanjut Charles, respons Prabowo tentang Unicorn dan dengan tidak menjawab pertanyaan Jokowi terkait Revolusi Industri 4.0 membuktikan bahwa digital platform yang menjadi masa depan industri Indonesia, justru tidak menjadi perhatian Prabowo.
(Baca juga: Soal Isu Earphone, Jokowi: Jangan Buat Fitnah)
"Saya mengapresiasi kesigapan KPU yang dengan cepat mengklarifikasi bahwa tidak ada earpiece yang dipakai Pak Jokowi, sehingga tidak menjadi bola liar yang dimanfaatkan banyak pihak. Oleh karenanya, rumor yang sudah mengarah pada fitnah tidak bermutu ini sudah seharusnya dihentikan," tutupnya.
(kri)