Kubu Prabowo Nilai Pembelian Mayoritas Saham Freeport Rugikan RI

Minggu, 17 Februari 2019 - 09:08 WIB
Kubu Prabowo Nilai Pembelian...
Kubu Prabowo Nilai Pembelian Mayoritas Saham Freeport Rugikan RI
A A A
JAKARTA - Kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menilai pembelian mayoritas saham PT Freeport justru merugikan Indonesia. Hal tersebut merujuk pada laporan PT Freeport McMoran di pasar modal Amerika Serikat, Januari 2019.

"Dalam laporan itu disebutkan, meski Pemerintah Indonesia kuasai 51 persen saham, tetapi kontrol manajemen dan operasional masih di tangan PT Freeport," ujar Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (16/2/2019).

(Baca juga: Prabowo-Sandi Tampung Keluhan CEO Bukalapak)


Dia melanjutkan, Mayoritas benefit ekonomi juga masih di tangan PT Freeport. "Itu ditulis dalam perjanjian jual beli saham. Kami akan minta pemerintah untuk buka apa saja isi kontrak itu," kata mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini.

Hal senada juga diungkapkan mantan Staf Khusus Kementerian ESDM, Muhammad Said Didu. Dia mengatakan pembelian mayoritas saham PT Freeport justru membuat buntung Indonesia.

Pasalnya, kewajiban Freeport di bidang lingkungan hidup mencapai ratusan triliun. Selain itu, kata Said, sebagai pemegang saham Indonesia juga harus menanggung kewajiban investasi pengembangan tambang bawah tanah dan smelter.

"Siapapun pemerintahannya, pengambilalihan PT Freeport ini pasti terjadi. Tinggal tunggu waktu. Yang terjadi sekarang justru PT Freeport yang ketiban untung. Dia dapat uang cash triliunan rupiah dari penjualan saham, dia dapat hak pengelolaan dan pengendalian, hingga Freeport juga terbebas dari tuntutan kerusakan lingkungan. Sementara Indonesia, dapat hutang baru," paparnya.

(Baca juga: Debat Kedua, BPN: Prabowo Tekankan Big Push Strategy)


Dia pun berpendapat, pengambilalihan PT Freeport oleh Pemerintah Jokowi yang terburu-buru itu demi kepentingan pencitraan jelang Pemilu 2019. Dia pun meminta pemerintah agar menghentikan segala bentuk pencitraan yang justru membawa kerugian bagi rakyat.

"Kasus Freeport ini dijadikan target politik bahwa ini harus berhasil sebelum akhir 2018, supaya bisa jadi bahan kampanye. Tapi carilah bahan kampanye yang tak merugikan negara," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Soal Reshuffle Kabinet,...
Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat: Jokowi Menang 2-0 Atas Prabowo-Sandi
Sandi Masuk Kabinet,...
Sandi Masuk Kabinet, Jokowi Resmi Rangkul Sepasang Lawan di Pilpres 2019
Sandiaga Uno Berikan...
Sandiaga Uno Berikan Buku Perjalanan Pilpres 2019 ke Prabowo
Eks Relawan Prabowo-Sandi...
Eks Relawan Prabowo-Sandi Dukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024
Prabowo-Sandi atau Anies-Sandi,...
Prabowo-Sandi atau Anies-Sandi, Mana Lebih Disuka Pemilih Muslim?
Survei: 62,2% Pendukung...
Survei: 62,2% Pendukung di 2019 Tetap Loyal Pilih Prabowo di Pilpres 2024
Berita Terkini
Peringati Hari Laut...
Peringati Hari Laut Sedunia 2026, ASDP Bersihkan Lebih dari 13 Ton Sampah Laut dan Pesisir
Operasi Patuh Bakal...
Operasi Patuh Bakal Digelar Menjelang Nataru
Penampakan Bupati Muara...
Penampakan Bupati Muara Enim Edison Tiba di KPK seusai Terjaring OTT
KPK Sudah Tentukan Status...
KPK Sudah Tentukan Status Hukum Bupati Muara Enim Edison
Wamenlu Ungkap Prabowo...
Wamenlu Ungkap Prabowo Minta Maaf soal Terlambat Menerima Surat Kepercayaan Dubes
Rekrutmen Polri 2026...
Rekrutmen Polri 2026 Ketat dan Transparan, Banyak Anak Jenderal Tak Lolos Seleksi
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved