Sukseskan Pilpres 2019, Tim Ma'ruf Amin Kampanye Jangan Golput

Sabtu, 09 Februari 2019 - 22:29 WIB
Sukseskan Pilpres 2019,...
Sukseskan Pilpres 2019, Tim Ma'ruf Amin Kampanye Jangan Golput
A A A
JAKARTA - Kampanye Anti-Golput disuarakan Putra dari Calon Wakil Presiden (Cawapres) KH Ma'ruf Amin. Ahmad Syauqi Ma’ruf Amin mengharap patisipasi aktif dari publik. Caranya, menggunakan hak pilihnya dalam Pilpres 2019 di 17 April mendatang.

Marilah bersikap bijaksana mensikapi Pilpres 2019. Pergunakanlah hak pilih sesuai dengan konstitusi yang berlaku. Hindarilah Golput atau tidak menggunakan hak pilihnya dalam Pilpres nanti.

Suara publik penting dalam menentukan pemimpin dan arah pembangunan 5 tahun ke depan. Ahmad Syauqi Ma’ruf Amin atau familiar disapa Gus Oqi telah mengingatkan akan hal ini.

"Kami sangat mengimbau peran aktif masyarakat dalam Pilpres 2019. Ini adalah pesta demokrasi 5 tahunan yang harus dirayakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Dengan ikut terlibat dalam Pilpres 2019, berarti aktif dalam penentuan pemimpin," ungkap Ahmad Syauqi, Sabtu (9/2/2019).

Partisipasi aktif masyarakat ditunggu dalam Pilpres 2019. Mengacu data Indikator Politik, Selasa (8/1), potensi Golput masyarakat dalam Pilpres 2019 sekitar 20%.

Angka ini turun 4,89%, sebab pada Pilpres 2014 prosentase Golput mencapai 24,89%.

Dari 1.220 responden yang disurvei Indikator, 1,1% spontan menjawab tidak akan menggunakan hak pilihnya di Pilpres 2019. Jumlah prosentase Golput pun berpotensi naik.

Dalam survei Indikator, muncul gambaran profil pemilih yang belum mau menentukan pilihan atau undecided voters. Porsi undecided voters di Pilpres 2019 pun cukup signifikan, yaitu 9,2% dari populasi.

Gus Oqi yang juga Ketua Dewan Pembina Master C19 Portal KMA menambahkan, masyarakat memiliki peluang berjihad dengan menjadikan Indonesia lebih baik melalui Pilpres 2019.

"Ikutlah memilih dalam Pilpes 2019. Ini upaya Ijtihad dan jihadmu untuk mewujudkan dan menjadikan Indonesia lebih maju," lanjut Gus Oqi.

Gus Oqi berbagi tips. Untuk aktif dalam Pilpres 2019, pemilih bisa mencermati figur pemimpin yang patut dipilih. Seperti diketahui, ada 2 pasangan calon (Paslon) dalam Pilpres 17 April mendatang.

Salah satunya, Paslon nomor urut 01, yaitu Joko Widodo–KH Ma’ruf Amin (KMA). Ada juga Paslon nomor urut 02, seperti Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. "Pilih salah satu yang terbaik dari 2 Paslon yang ada tersebut," tuturnya.

Selanjutnya, saran pun diberikan Gus Oqi. Masyarakat dihimbau agar memilih pemimpin yang sudah teruji dan membuktikan kinerjanya. Nah, yang sudah teruji adalah paslon petahana, yakni Jokowi-KMA. Selama 1 periode ini, Jokowi telah memberikan banyak prestasi.

"Pembangunan infrastruktur sangat masif selama Pak Jokowi menjadi presiden. Beliau ini adalah figur yang luar biasa. Programnya harus dilanjutkan untuk kemajuan Indonesia," katanya.

Figur pendampingnya juga sangat kapabel. Kiai Ma’ruf ini merupakan sosok guru bangsa yang mampu menyelesaikan sejumlah persoalan. Salah satunya, gagasan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Aksi ini dikenal sebagai kiblat dan arus baru perekonomian Indonesia.

"Paslon 01 ini sudah membuktikan komitmennya. Sekaranglah waktunya untuk menyempurnakan Indonesia menjadi lebih baik. Kesempatan itu ada pada 5 tahun mendatang. Jangan sampai apan yang sudah dirints dan bisa dinikmati positif ini menjadi sia-sia," tegasnya.

Oleh karenanya, sangat disayangkan jika masyarakat apatis alias tidak ikut menentukan pemimpin bangsa ini. Sementara ada sosok pemimpin yang diyakini mampu menjadikan Indonesia lebih baik.
(maf)
Berita Terkait
Survei Indikator Politik:...
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi-Maruf Cenderung ke Ganjar Pranowo
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Pilpres 2024, Perindo...
Pilpres 2024, Perindo Jamin Lanjutkan Gagasan Jokowi-Ma'ruf Amin
Maruf Amin Harap Kepemimpinannya...
Ma'ruf Amin Harap Kepemimpinannya dengan Jokowi Berakhir Husnulkhatimah
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Mau Gabung Kabinet Jokowi: Saya Tidak Ingin Bangsa Ini Pecah
Buruh Puji Kabinet Jokowi...
Buruh Puji Kabinet Jokowi Tak Terpengaruh Kasak-kusuk Pilpres 2024
Berita Terkini
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Infografis
Dzikry Lazuardi, Analis...
Dzikry Lazuardi, Analis Persija yang Dipercaya John Herdman Masuk Tim Pelatih Timnas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved