Pengamat: Sikap Tegas Jokowi Tepat untuk Lawan Hoaks Kubu Prabowo

Selasa, 05 Februari 2019 - 05:52 WIB
Pengamat: Sikap Tegas...
Pengamat: Sikap Tegas Jokowi Tepat untuk Lawan Hoaks Kubu Prabowo
A A A
JAKARTA - Gaya komunikasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang belakangan ini cenderung lebih tegas dan keras, merupakan hal wajar, karena selama ini ia selalu dipojokkan oleh lawan politik dengan berbagai konten hoaks. Karena itu, sangat heran dan aneh, jika kubu Prabowo sewot.

Direktur Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti menilai aneh bila Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandi, menanggapi model kampanye yang dilakukan oleh Jokowi. Apalagi sampai mengatakan tidak tepat.

"Tepat atau tidak satu model kampanye tidak tergantung pada penilaian lawan politik. Tapi tergantung pada kebutuhan yang ada sebagai strategi yang akan diterapkan," ujar Ray, saat dihubungi wartawan, ketika diminta penilaian soal perubahan gaya komunikasi Jokowi, Selasa (5/2/2019).

Ia menegaskan, bila kubu Prabowo-Sandi menilai model kampanye yang dilakukan oleh petahana sebagai tidak tepat, kata dia, justru hal itu menimbulkan pertanyaan. Apakah itu berarti oposisi agak khawatir model kampanye menyerang Jokowi ini sedikit banyak akan berimplikasi terhadap elektabilitas Prabowo. 


"Dengan seolah-olah menyebut pak Jokowi yang khawatir tapi sebenarnya yang terjadi justru kekhawatiran mereka. Model kampanye menyerang yang akan dilakukan oleh pak Jokowi akan dapat mengungkap berbagai kelemahan yang mungkin selama ini belum terungkap kapada publik," kata dia.

Sebut saja soal adanya bantuan tim ahli dari orang asing untuk pemenangan Prabowo. Ini, kata Ray, satu isu yang sudah lama beredar, tetapi akan lebih bernilai politik manakala diungkapkan oleh petahana. Dan disampaikan Jokowi maka sudah tepat.

"Itu salah satu contoh isu yang boleh jadi akan dapat mengurai berbagai kelemahan dari penantang petahana,” tegas Ray.

Terlebih, kata dia, setelah hampir 4 bulan bertahan terus, dan efektif membuat suara tidak merosot, maka selanjutnya dalam rangka menambah daya tarik elektabilitas pola yang dipergunakan adalah kampanye menyerang.

Dihubungi terpisah, Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute Karyono Wibowo, menilai, perubahan gaya komunikasi Jokowi, yang lebih tegas, menyerang, ingin menunjukkan bahwa ia pun mampu melakukan perlawanan.

Hal itu sangat wajar, karena sejak Jokowi belum jadi presiden, lalu sampai dilantik, bahkan hingga 4 tahun ini sebagai Presiden, serangan yang dilancarkan secara bertubi-tubi dari segala penjuru, dengan hoaks dan kebencian.

Dari tuduhan kriminilasi ulama, PKI, tenaga asing, sampai tidak bela ulama. Seragan dari kebijakan sampai personal. Maka, komunikasi perlawanan yang dilakukan oleh Jokowi, kata dia, merupakan hal yang wajar. “Di tengah hoaks, sikap lembut, datar, egaliter, tidak tepat lagi, malah bisa terpojok,” tegas dia.

Meski begitu, ia menyarankan agar Jokowi untuk juga berhati-hati dan memilah pada isu apa harus dilawan secara langsung atau cukup oleh tim kampanye, hingga para menteri.

"Pak Jokowi harus dilihat dulu, serangan mana yang harus direspon, apa cukup menterinya. Karena kalau semua direspons oleh Jokowi terjebak oleh lawan. Ini juga harus diperhatikan," kata dia.
(pur)
Berita Terkait
Survei Indikator Politik:...
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi-Maruf Cenderung ke Ganjar Pranowo
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
PAN Ungkap Pernah Diveto...
PAN Ungkap Pernah Diveto Amien Rais Ketika Ingin Gabung Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Mau Gabung Kabinet Jokowi: Saya Tidak Ingin Bangsa Ini Pecah
Berita Terkini
Tiba PN Jaktim Jelang...
Tiba PN Jaktim Jelang Sidang Eksepsi, Dokter Tifa: Kami Siapkan 37 Halaman Nota Perlawanan
Bangun Pendidikan Hukum,...
Bangun Pendidikan Hukum, Peradi Profesional Gandeng 112 PTN dan PTS se- Indonesia
Geledah Rumah di Sentul...
Geledah Rumah di Sentul Terkait 3 Kasus Korupsi, Polisi Sita Emas dan Uang Hampir Setengah Triliun
TNI Buka Suara soal...
TNI Buka Suara soal Pengamanan Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah, Tegaskan Atas Permintaan Kejaksaan
Jelang Muktamar NU ke-35,...
Jelang Muktamar NU ke-35, KH Zulfa Mustofa Dorong Kebangkitan Tradisi Menulis Kitab
Sidang Dokter Tifa Kembali...
Sidang Dokter Tifa Kembali Digelar Hari Ini, Akankah Jokowi Datang?
Infografis
Prabowo akan Luncurkan...
Prabowo akan Luncurkan BLT untuk Guru Honorer pada 2 Mei
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved