Ma'ruf Amin Bilang Tugas Ulama Saat Ini Sangat Berat
Senin, 04 Februari 2019 - 13:45 WIB
Ma'ruf Amin Bilang Tugas Ulama Saat Ini Sangat Berat
A
A
A
JAKARTA - Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin mengingatkan tentang peran dan tanggung jawab pesantren dan organisasi Nahdlatul Ulama (NU) saat ini yang dinilainya berat. Bukan saja tanggung jawab keagamaan melainkan tanggungjawab kebangsaan dan kenegaraan.
Hal itu disampaikan Ma'ruf saat menggelar silaturahmi dengan kalangan ulama NU dan pengasuh Pondok Pesantren Bugen Al-Itqon Semarang, Jawa Tengah, Senin (4/1/2019). Ma'ruf menyampaikan peran dan tanggung jawab itu kini ada di pundak para Ulama NU.
"Maka itu para ulama di dalam mengembangkan kenegaraan karena NU sebagai jamiyah dinniyah Islamiyah sesuai dengan bidang keagamaan Islam bagaimana membangun Islam yang damai," tutur Kiai Ma'ruf.
Dia memandang para ulama saat ini memiliki tugas sangat berat. Selain mengembangkan nilai-nilai kegamaan, ulama memiliki peran mengawal yang disebutnya wilayah kebangsaan dan kenegaraan.
Di sisi lain, kata Ma'ruf, saat ini muncul paham-paham keagamaan yang berkembang di Indonesia yang tidak sejalan dengan nilai-nilai keagamaan yang selama ini dianut di Indonesia seperti Ahlusunnah Wal Jamaah. Dari sini, Ma'ruf menganggap peran ulama NU dan Pesantren harus ditingkatkan kembali.
Ma'ruf menganggap, munculnya paham keagamaan yang ada akhir-akhir bukan lagi soal bagaimana cara mengantisipasi melainkan tengah berada dalam posisi menghadapinya. Maka itu, dibutuhkan kembali ajaran ahlusunnah wal jamaah kembali ke tempat-tempat ibadah seperti masjid.
"Dulu kita orang NU sering kehilangan sandal di masjid, belakangan kehilangan masjid, tinggal sendalnya (yang tidak hilang-red).ini problem-problem yang kita hadapi, maka harus ada langkah-langkah antisipasi," tutur Ma'ruf.
Hal itu disampaikan Ma'ruf saat menggelar silaturahmi dengan kalangan ulama NU dan pengasuh Pondok Pesantren Bugen Al-Itqon Semarang, Jawa Tengah, Senin (4/1/2019). Ma'ruf menyampaikan peran dan tanggung jawab itu kini ada di pundak para Ulama NU.
"Maka itu para ulama di dalam mengembangkan kenegaraan karena NU sebagai jamiyah dinniyah Islamiyah sesuai dengan bidang keagamaan Islam bagaimana membangun Islam yang damai," tutur Kiai Ma'ruf.
Dia memandang para ulama saat ini memiliki tugas sangat berat. Selain mengembangkan nilai-nilai kegamaan, ulama memiliki peran mengawal yang disebutnya wilayah kebangsaan dan kenegaraan.
Di sisi lain, kata Ma'ruf, saat ini muncul paham-paham keagamaan yang berkembang di Indonesia yang tidak sejalan dengan nilai-nilai keagamaan yang selama ini dianut di Indonesia seperti Ahlusunnah Wal Jamaah. Dari sini, Ma'ruf menganggap peran ulama NU dan Pesantren harus ditingkatkan kembali.
Ma'ruf menganggap, munculnya paham keagamaan yang ada akhir-akhir bukan lagi soal bagaimana cara mengantisipasi melainkan tengah berada dalam posisi menghadapinya. Maka itu, dibutuhkan kembali ajaran ahlusunnah wal jamaah kembali ke tempat-tempat ibadah seperti masjid.
"Dulu kita orang NU sering kehilangan sandal di masjid, belakangan kehilangan masjid, tinggal sendalnya (yang tidak hilang-red).ini problem-problem yang kita hadapi, maka harus ada langkah-langkah antisipasi," tutur Ma'ruf.
(dam)