Kubu Pabowo Sebut Logika Wali Kota Semarang Soal Jalan Tol Sangat Aneh

Minggu, 03 Februari 2019 - 21:28 WIB
Kubu Pabowo Sebut Logika...
Kubu Pabowo Sebut Logika Wali Kota Semarang Soal Jalan Tol Sangat Aneh
A A A
JAKARTA - Pernyataan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi yang menyebut rakyat yang tidak mendukung Jokowi tidak usah menggunakan jalan tol yang dibangun di era Jokowi menuai kecaman. Salah satunya dari Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno , Suhendra Ratu Prawiranegara.

Suhendra menganggap logika Hendrar sebagai kepala daerah dianggap tidak tepat. "Logika berpikir wali kota Semarang ini sangat aneh dan diluar nalar akal sehat," kata Suhendra dalam siaran pers, Minggu (3/2/2019).

Ia menjelaskan, berdasar UU No 38/2004 tentang Jalan, di situ dijelaskan jalan tol merupakan milik negara. Jalan tol adalah bagian dari jalan nasional. Korporasi (BUJT) hanya mengelola konsesi dalam mencari pengembelian biaya investasi dan keuntungan. Jadi Presiden sekalipun bukan pemilik atas jalan tol yang Indonesia. (Baca juga: 7 Poin Gagalnya Politik Identitas dalam Pertarungan Elektroral Pilpres )

"Termasuk Presiden Joko Widodo, bukan pemilik sejengkal pun jalan tol di Indonesia. Ini hal substansial yang harus dipahami oleh wali kota Semarang agar jangan sembarang bicara," terangnya.

Merujuk pada Tol Trans Jawa yang telah beroperasi sekarang harus diapresiasi atas capaian ini. Namun prestasi ini tidak serta merta menjadikan gelap mata dan melupakan rangkaian sejarah dan peristiwa dalam perencanaan, proses pembebasan lahan, proses konstruksi, skema pembiayaan, hingga beroperasinya ruas-ruas jalan tol tersebut.

"Membangun jalan tol di Indonesia tidak serta merta jadi (terlaksana) dalam kurun waktu 1-3 tahun, jika terdapat proses pembebasan lahan. Ini kesimpulan saya, tesis saya. Hal ini dapat dilihat dari data statistik dan empirik di lapangan," kata Suhendra. (Baca juga: Doa Mbah Moen Diklaim untuk Prabowo, Begini Reaksi TKN Jokowi )

Tak hanya itu, Suhendra juga menjelaskan sebelum Joko Widodo berkuasa, Presiden SBY sudah memberikan dasar dan kebijakan signifikan sejak 2005 untuk menyelesaikan 24 ruas Tol Trans Jawa. Hal itu tidak bisa dihapus karena terekam dalam dokumentasi dan jejak digital.

“Jadi Tol Trans Jawa ini dirancang dan dilaksanakan sejak Kementerian PUPR, masih disebut Departemen PU. Dalam era SBY lah, Badan Regulasi (BPJT) terbentuk, peraturan perundangan disiapkan, dan pelaksanaan konstruksi Tol Trans Jawa dilaksanakan," ungkapnya.

"Saya dapat menyampaikan ini karena saya ikut dalam proses tersebut. Kami bertanggung jawab langsung kepada Menteri PU, saat itu adalah Djoko Kirmanto. Saat itu Basuki Hadimuljono menjabat sebagai Badan Litbang PU, yang tidak terlibat dalam proses pengambil kebijakan dan prosesnya," tandas mantan Staf Khusus Menteri PU tersebut.
(poe)
Berita Terkait
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Prabowo-Sandi Jadi Menteri...
Prabowo-Sandi Jadi Menteri Jokowi, Memenya Bikin Ngakak
Soal Reshuffle Kabinet,...
Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat: Jokowi Menang 2-0 Atas Prabowo-Sandi
Survei Indikator Politik:...
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi-Maruf Cenderung ke Ganjar Pranowo
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Mau Gabung Kabinet Jokowi: Saya Tidak Ingin Bangsa Ini Pecah
Prabowo - Sandi Jadi...
Prabowo - Sandi Jadi Menteri Jokowi, Cholil Nafis: Bisa Jadi Tradisi
Berita Terkini
Momen Habiburokhman...
Momen Habiburokhman Ajak Polri-Jaksa Gandeng Tangan usai Pengumuman Tersangka Eks Jampidsus
Mega Korupsi Penegak...
Mega Korupsi Penegak Hukum Merusak Ekonomi Negara
Reza Indragiri Beri...
Reza Indragiri Beri 2 Jempol untuk Kortas Tipidkor Usut 3 Perkara Dugaan Korupsi
Kejagung Bersama Kortas...
Kejagung Bersama Kortas Tipidkor Bakal Ungkap Peran Febrie Adriansyah di Kasus Korupsi
Perdagangan Karbon Dimulai,...
Perdagangan Karbon Dimulai, Menhut Dinilai Memiliki Peran Strategis
DPR Minta Kejagung Bentuk...
DPR Minta Kejagung Bentuk Tim Penyidik Independen yang Tidak Terafiliasi Febrie Adriansyah
Infografis
Tarif Tol Dalam Kota...
Tarif Tol Dalam Kota Jakarta Naik Mulai 22 September 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved