KPU Akan Putuskan Sendiri Panelis Debat Tanpa Usulan Tim Paslon
Rabu, 30 Januari 2019 - 17:06 WIB
KPU Akan Putuskan Sendiri Panelis Debat Tanpa Usulan Tim Paslon
A
A
A
JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menegaskan tak akan melibatkan usulan dari masing-masing tim pasangan calon dalam memutuskan calon panelis debat capres kedua .
"Tetapi nama-nama yang kami pilih tetap kami sampaikan kepada kedua timses," ujar Komisioner KPU, Pramono Ubaid Tanthowi di Kantor KPU, Jakarta, Rabu (30/1/2019).
Pramono menganggap panelis debat capres kedua ini berbeda dengan debat kandidat yang pertama di mana debat kedua nanti calon panelis diusulkan oleh masing-masing tim paslon dan KPU. Dalam hal ini, Pramono menyebut debat perdana menjadi evaluasi lembaganya dalam memilih panelis.
(Baca juga: Debat Kedua Capres, KPU Telusuri Rekam Jejak Delapan Calon Panelis )
Terkait dengan jumlah panelis yang akan ditunjuk, pihaknya berharap jumlah panelis tetap delapan orang. Mengingat tema debat capres kedua nanti terbilang banyak sehingga membutuhkan banyak pakar yang mengerti hal tersebut.
"Sehingga pendekatan multi disipliner dari masing-masing pakar untuk menggali daftar pertanyaan yang komprehensif, yang betul-betul kena pada masalah itu kami butuhkan untuk pendalaman debat tahap kedua nanti," pungkasnya.
"Tetapi nama-nama yang kami pilih tetap kami sampaikan kepada kedua timses," ujar Komisioner KPU, Pramono Ubaid Tanthowi di Kantor KPU, Jakarta, Rabu (30/1/2019).
Pramono menganggap panelis debat capres kedua ini berbeda dengan debat kandidat yang pertama di mana debat kedua nanti calon panelis diusulkan oleh masing-masing tim paslon dan KPU. Dalam hal ini, Pramono menyebut debat perdana menjadi evaluasi lembaganya dalam memilih panelis.
(Baca juga: Debat Kedua Capres, KPU Telusuri Rekam Jejak Delapan Calon Panelis )
Terkait dengan jumlah panelis yang akan ditunjuk, pihaknya berharap jumlah panelis tetap delapan orang. Mengingat tema debat capres kedua nanti terbilang banyak sehingga membutuhkan banyak pakar yang mengerti hal tersebut.
"Sehingga pendekatan multi disipliner dari masing-masing pakar untuk menggali daftar pertanyaan yang komprehensif, yang betul-betul kena pada masalah itu kami butuhkan untuk pendalaman debat tahap kedua nanti," pungkasnya.
(kri)