Organisasi Pemantau Pemilu Tolak Kriminalisasi terhadap Anggota KPU

Rabu, 30 Januari 2019 - 14:37 WIB
Organisasi Pemantau...
Organisasi Pemantau Pemilu Tolak Kriminalisasi terhadap Anggota KPU
A A A
JAKARTA - Belasan Organisasi Pemantau Pemilu memberikan dukungan kepada seluruh anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh kuasa hukum Oesman Sapta Odang (OSO). Pelaporan itu karena diduga anggota KPU menyalahgunakan kewenangannya setelah tidak mematuhi putusan pengadilan untuk memasukan OSO dalam daftar Caleg DPD Pemilu 2019.

Petisi dukungan kepada KPU dibacakan oleh Peneliti Formappi, Lucius Karus. Lucius menganggap laporan terhadap anggota KPU itu merupakan tindakan yang mencoba membajak proses penyelenggaraan pemilu. Menurutnya, bagaimana mungkin penyelenggara yang menaati putusan Mahkamah Kontitusi (MK) dapat dipidanakan.

"Kepolisian harusnya responsif terhadap kondisi penyelenggaraan pemilu dan tidak mengutamakan laporan-laporan yang berpotensi membajak penyelenggaraan Pemilu," ujar Lucius di Kantor KPU, Jakarta, Rabu (30/1/2019).

(Baca juga: KPU Pastikan Nama OSO Tak Masuk Surat Suara Pemilu )

Atas dasar hal tersebut, Lucius menyebut para pemantau pemilu yang tergabung dalam Koalis Msayarakat Demokrasi Indonesia menyampaikan empat pernyataan sikap bersama yakni:

1. Mengutuk langkah-langkah yang mencoba mendelegitimasi proses penyelenggaraan Pemilu yang taat UUD 1945, UU Pemilu dan Putusan Mahkamah Konstitusi;

2. Mengutuk tindakan pemanggilan penyelenggara Pemilu dalam kasus-kasus pelaporan pidana yang merupakan bentuk pemaksaan kehendak individu atas kepentingan umum dalam penyelenggaraan Pemilu;

3. Mengutuk sikap individu yang tidak menghormati putusan KPU mematuhi UUD 1945, UU Pemilu dan Putusan MK sebagai bentuk kemandirian lembaga penyelenggara Pemilu yang tidak dapat diintervensi lembaga lain apalagi atas kepentingan individu; dan

4. Polri sudah sewajarnya mendukung langkah KPU menjaga konstitusionalitas penyelenggaraan Pemilu 2019.
(kri)
Berita Terkait
Calon Anggota KPU Ini...
Calon Anggota KPU Ini Dicecar DPR soal Ratusan Petugas KPPS Meninggal
Komeng Memimpin di Quick...
Komeng Memimpin di Quick Count KPU sebagai Caleg DPD Jabar, Netizen Girang
KPU: Honor Anggota KPPS...
KPU: Honor Anggota KPPS Pemilu 2024 Naik Dua Kali Lipat
Ngotot Ingin Gelar Pilkada...
Ngotot Ingin Gelar Pilkada 2020, Pemerintah Diingatkan Tragedi Pemilu 2019
Mantan Angggota KPU...
Mantan Angggota KPU Sebut MK Belokkan Keputusan yang Sudah Lurus
Respons KPU Terkait...
Respons KPU Terkait MK Putuskan Eks Napi Bisa Nyaleg DPD
Berita Terkini
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
Gugat Penetapan Capres...
Gugat Penetapan Capres 2014 dan 2019, Bonatua Bawa Novum Baru ke PTUN
Polisi Sebut Pelimpahan...
Polisi Sebut Pelimpahan Roy Suryo dan Tifa Sesuai Prosedur KUHAP
BPIP Umumkan 76 Calon...
BPIP Umumkan 76 Calon Paskibraka 2026 Tingkat Pusat, Ini Nama-namanya
Bonatua Kecewa PTUN...
Bonatua Kecewa PTUN Jakarta Putuskan Sidang Gugatan Penetapan Capres Jokowi Jadi E-Court
Suap Rp61,7 Miliar ke...
Suap Rp61,7 Miliar ke Pejabat Bea Cukai, Bos Blueray Cargo Dituntut 3 Tahun Penjara
Infografis
Pemilu Nasional dan...
Pemilu Nasional dan Lokal Dipisah, Apa Saja Dampaknya?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved