Indonesia Minta Arab Saudi Tunda Syarat Biometrik

Rabu, 23 Januari 2019 - 08:26 WIB
Indonesia Minta Arab...
Indonesia Minta Arab Saudi Tunda Syarat Biometrik
A A A
JAKARTA - Indonesia meminta pemerintah Arab Saudi untuk menunda pemberlakuan perekaman biometrik sebagai syarat penerbitan visa haji dan umrah. Pasalnya, hal ini dinilai menyulitkan jamaah umrah dan haji.

Menteri Agama (Mendag) Lukman Hakim Saifuddin mengatakan penundaan ini tidak akan mengganggu masyarakat Indonesia yang akan melakukan ibadah haji dan umrah.

“Jadi yang ditunda itu adalah pemberlakuan bagi jamaah haji diperiksa biometriknya sebagai syarat penerbitan visa. Itu yang ditunda,” katanya di Kompleks Istana Negara kemarin.

Dia mengatakan alasan penundaan adalah karena dinilai menyulitkan jamaah Indonesia. Pasalnya, wilayah geografis Indonesia yang begitu luas juga menjadi kendala jamaah Indonesia melakukan perekaman biometrik.

“Hanya karena untuk menerbitkan visa, dia harus mendatangi ibu kota provinsi. Iya (di ibukota provinsi). Apa lagi hanya di beberapa tempat. Masih sangat terbatas (tempat perekaman),” ungkapnya.

Dia meminta agar pemeriksaan biometrik tidak menjadi syarat penerbitan visa haji dan umrah. Menurutnya, perekaman bio metrik dapat dilakukan beberapa saat jamaah akan berangkat ke Saudi. “Jadi jika menerbitkan visa tanpa harus mendahulukan proses biometrik itu, lalu kapan pemeriksaan biometrik? Ya ketika menjelang beberapa saat jamaah bertolak ke Tanah Suci meninggalkan Tanah Air. Jadi di bandaranya masing-masing. Atau kalau yang sekarang ini di asrama haji, di embarkasi,” jelasnya.

Lukman mengatakan, permintaan penundaan ini pun telah disampaikan kepada pemerin tah Arab Saudi. Dia mengatakan saat ini Saudi sedang mempertimbangkan usulan tersebut.

“Karena ini memang sebenarnya Indonesia dijadikan percontohan, uji coba pertama untuk penerapan seperti ini (kebijakan biometrik). Belum berlaku di negara-negara lain. Indonesia yang pertama,” ungkapnya.

Ditanyakan sampai kapan penundaan diberlakukan, dia mengatakan tergantung pemerintah Saudi. Pasalnya, hal tersebut menjadi kewenangan Saudi. “Kita dalam posisi memohon, meminta kearifan pemerintah Arab Saudi untuk tidak menerapkan kebijakan itu saat-saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Zudan Arif Fakrulloh mengatakan bahwa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dilibatkan dalam rapat terkait perekaman biometrik sebagai syarat visa haji dan umrah.

Dia mengatakan dalam rapat tersebut disepakati untuk ditunda. “Rapat membahas khusus tentang FVS Thaseel yang melakukan perekaman biometrik calon jamaah umrah dan haji. Semua peserta rapat sepakat agar persyaratan biometrik untuk mengurus visa haji dan umrah ditunda,” jelasnya.

Dia mengatakan seharusnya perekaman tersebut tidak bisa dilaksanakan. Pasalnya, pihak tersebut tidak melakukan koordinasi dengan Dukcapil Kemendagri. Apalagi, FVS Thaseel di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tercatat sebagai biro perjalanan wisata.

“Tidak ada perekaman biometrik di wilayah kedaulatan NKRI yang dilakukan oleh pihak asing kecuali ada perjanjian kerja sama. BKPM akan mengundang asosiasi untuk evaluasi perekaman biometrik yang di lakukan oleh FVS Thaseel,“ tandasnya. (Dita Angga)
(nfl)
Berita Terkait
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Umrah Berkali-kali Saat...
Umrah Berkali-kali Saat Haji: Dianjurkan atau Tidak?
Tingkatkan Layanan Haji...
Tingkatkan Layanan Haji dan Umrah, Ashuri Gandeng Mecca Construction
Waroeng Steak & Shake...
Waroeng Steak & Shake Kembali Berangkatkan Ibadah Umrah Puluhan Karyawannya
Travel Indonesia dan...
Travel Indonesia dan Arab Saudi Kolaborasi Penuhi Kebutuhan Haji dan Umrah
7 Keutamaan Menunaikan...
7 Keutamaan Menunaikan Umrah di Bulan Suci Ramadan
Berita Terkini
Usai Silmy Karim Ditahan...
Usai Silmy Karim Ditahan KPK, Kursi Wamen Imipas Dibiarkan Kosong
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Mensos Gus Ipul Tegaskan...
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi di Kemensos
Alasan Natalius Pigai...
Alasan Natalius Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved