Penjelasan Prabowo Soal Minimnya Perempuan di Posisi Penting Gerindra
Kamis, 17 Januari 2019 - 23:42 WIB
Penjelasan Prabowo Soal Minimnya Perempuan di Posisi Penting Gerindra
A
A
A
JAKARTA - Calon Presiden (Capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto mengakui bahwa di dalam kepengurusan Partai Gerindra minim diisi oleh perempuan pada posisi-posisi strategis. Dirinya beralasan minimnya perempuan dalam partainya karena belum lama berdiri.
Hal ini menanggapi pertanyaan Capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dalam debat kandidat Pilpres 2019 di Hotel Bidakara, Kamis (17/1/2019) malam.
"Saya ingin jelaskan, partai kami partai muda. Kami baru berdiri 10 tahun. Pada saat penyusunan tentunya kita memilih dan menunjuk siapa yang paling pertama dan mau muncul," ungkap Prabowo dalam debat.
Prabowo pun menegaskan bahwa partainya hingga saat ini mulai mengakomodasi perempuan untuk bergabung. Dirinya mencontohkan Rachmawati Soekarnoputri yang belakangan bergabung sebagai Wakil Ketua Umum Gerindra.
Mantan Danjen Kopassus itu juga mengingatkan banyaknya caleg perempuan yang maju dari partainya. "Caleg (perempuan) kita saya kira terbanyak dari seluruh partai. Dalam UU minimal 30 persen. Kita sudah mendekati 40. Kita mengakui ini perjuangan, kita belum puas tapi kita buka peluang untuk bergerak. Sekarang pendukung kita paling keras emak-emak," tuturnya.
Hal ini menanggapi pertanyaan Capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dalam debat kandidat Pilpres 2019 di Hotel Bidakara, Kamis (17/1/2019) malam.
"Saya ingin jelaskan, partai kami partai muda. Kami baru berdiri 10 tahun. Pada saat penyusunan tentunya kita memilih dan menunjuk siapa yang paling pertama dan mau muncul," ungkap Prabowo dalam debat.
Prabowo pun menegaskan bahwa partainya hingga saat ini mulai mengakomodasi perempuan untuk bergabung. Dirinya mencontohkan Rachmawati Soekarnoputri yang belakangan bergabung sebagai Wakil Ketua Umum Gerindra.
Mantan Danjen Kopassus itu juga mengingatkan banyaknya caleg perempuan yang maju dari partainya. "Caleg (perempuan) kita saya kira terbanyak dari seluruh partai. Dalam UU minimal 30 persen. Kita sudah mendekati 40. Kita mengakui ini perjuangan, kita belum puas tapi kita buka peluang untuk bergerak. Sekarang pendukung kita paling keras emak-emak," tuturnya.
(kri)