Jelang Pemilu, Presiden Paling Sering Jadi Korban Hoaks dan Penghinaan
Selasa, 15 Januari 2019 - 18:11 WIB
Jelang Pemilu, Presiden Paling Sering Jadi Korban Hoaks dan Penghinaan
A
A
A
JAKARTA - Direktorat Jenderal (Dirjen) Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Rosarita Niken Widiastuti mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sering diserang hoaks atau kabar bohong dan penghinaan di media sosial (medsos).
"Berkaitan dengan politik, paling banyak yang diserang pemerintah. Paling banyak ke Presiden diserang hoaks kemudian penghinaan pada beliau (Jokowi) di medsos," ungkap Niken pada Diskusi Publik dengan tajuk 'Pemilu, Hoaks, dan Penegakan Hukum' di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Selasa (15/1/2019).
Selain Presiden Jokowi, pasangan calon yang mengikuti kontestasi Pilpres 2019 juga turut menjadi 'korban' dari serangan hoaks dan ujaran kebencian di media sosial.
"Dan temuan-temuan lain yang kami dapatkan melalui mesin penapisan, banyak juga hoaks yang kesehatan, kemudian artis dan lain lain," jelasnya.
Tidak hanya itu, kata Niken, para partai politik juga terkena dampak dari hoaks dan ujaran kebencian. Dan bila ditotal terdapat 62 kasus hoaks yang berkaitan dengan politik.
"Parpol juga atau parlemen juga menjadi sasaran hoaks. Jadi ada 62 kasus hoaks yang berkaitan dengan politik. Sasarannya lebih banyak hoaks seperti yang saya sampaikan meskipun menyasar banyak pihak," tuturnya.
"Berkaitan dengan politik, paling banyak yang diserang pemerintah. Paling banyak ke Presiden diserang hoaks kemudian penghinaan pada beliau (Jokowi) di medsos," ungkap Niken pada Diskusi Publik dengan tajuk 'Pemilu, Hoaks, dan Penegakan Hukum' di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Selasa (15/1/2019).
Selain Presiden Jokowi, pasangan calon yang mengikuti kontestasi Pilpres 2019 juga turut menjadi 'korban' dari serangan hoaks dan ujaran kebencian di media sosial.
"Dan temuan-temuan lain yang kami dapatkan melalui mesin penapisan, banyak juga hoaks yang kesehatan, kemudian artis dan lain lain," jelasnya.
Tidak hanya itu, kata Niken, para partai politik juga terkena dampak dari hoaks dan ujaran kebencian. Dan bila ditotal terdapat 62 kasus hoaks yang berkaitan dengan politik.
"Parpol juga atau parlemen juga menjadi sasaran hoaks. Jadi ada 62 kasus hoaks yang berkaitan dengan politik. Sasarannya lebih banyak hoaks seperti yang saya sampaikan meskipun menyasar banyak pihak," tuturnya.
(pur)