Ketua DPR Optimistis Satgas Novel Baswedan Ungkap Pelaku
Senin, 14 Januari 2019 - 20:28 WIB
Ketua DPR Optimistis Satgas Novel Baswedan Ungkap Pelaku
A
A
A
JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) optimis pembentukan tim satuan tugas (satgas) mampu mengusut pelaku penyiraman air keras pada penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.
Ketua DPR Bambang Soesatyo menyatakan polisi tidak akan main-main dalam mengungkap dalang di balik penyerangan tersebut.
"Ya saya optimis sebagai pimpinan DPR karena bagaimanapun ini kan juga PR dari pada pihak kepolisian. Dan saya yakin saya percaya pihak kepolisian tidak main-main untuk mengungkap ini," ucapnya (14/1) di Gedung DPR Jakarta.
Menurutnya, DPR akan terus mendukung upaya pengungkapkan pelaku penyerangan terhadap Novel. Walaupun pengungkapan pelaku akan sangat bergantung pada alat bukti di lapangan.
"Tapi kalau bukti-bukti lapangannya minim, kemudian saksi juga tidak memberikan keterangan yang sangat minim juga ya pasti akan sulit terungkap," ungkapnya.
Bamsoet meminta semua pihak tidak mengaitkan kasus ini dengan politik jelang Pilpres 17 April mendatang. "Yang penting niatnya bahwa ini akan dilakukan secermat mungkin dan semaksimal mungkin untuk menjawab pertanyaan oleh publik dan memenuhi harapan publik bahwa tidak boleh ada kasus apapun yang tidak terungkap karena pihak," katanya.
Ketua DPR Bambang Soesatyo menyatakan polisi tidak akan main-main dalam mengungkap dalang di balik penyerangan tersebut.
"Ya saya optimis sebagai pimpinan DPR karena bagaimanapun ini kan juga PR dari pada pihak kepolisian. Dan saya yakin saya percaya pihak kepolisian tidak main-main untuk mengungkap ini," ucapnya (14/1) di Gedung DPR Jakarta.
Menurutnya, DPR akan terus mendukung upaya pengungkapkan pelaku penyerangan terhadap Novel. Walaupun pengungkapan pelaku akan sangat bergantung pada alat bukti di lapangan.
"Tapi kalau bukti-bukti lapangannya minim, kemudian saksi juga tidak memberikan keterangan yang sangat minim juga ya pasti akan sulit terungkap," ungkapnya.
Bamsoet meminta semua pihak tidak mengaitkan kasus ini dengan politik jelang Pilpres 17 April mendatang. "Yang penting niatnya bahwa ini akan dilakukan secermat mungkin dan semaksimal mungkin untuk menjawab pertanyaan oleh publik dan memenuhi harapan publik bahwa tidak boleh ada kasus apapun yang tidak terungkap karena pihak," katanya.
(pur)