Kubu Jokowi Sebut Sandi Narsis Soal Kampanye 1.000 Titik
Selasa, 08 Januari 2019 - 17:41 WIB
Kubu Jokowi Sebut Sandi Narsis Soal Kampanye 1.000 Titik
A
A
A
JAKARTA - Kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengkritik pernyataan pernyataan Sandiaga Uno menyebut popularitas dan elektabilitas dirinya dan Prabowo Subianto meningkat hingga 85% setelah berkampanye di 1.000 titik sejak Agustus 2018.
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH. Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding menegaskan, klaim seribu titik itu kecil jika dihitung dan dikomparasikan dari luas wilayah di Indonesia.
"Dari beberapa kunjungan, Sandi lebih kepada bentuk narsisme saja," kata Karding saat dihubungi, Selasa (8/1/2019). (Baca juga: Lima Bulan Kampanye, Sandiaga Uno Sudah Datangi 1.000 Tempat )
Karding menjelaskan, narsisme numerik artinya pencitraan seakan-akan digambarkan dengan jumlah titik. Padahal dia yakin Sandi tidak menyampaikan gagasan atgau solusi, kecuali bersandiwara.
"Kalau toh ada itu paling Oke Oce, Oke Oce juga. Di Jakarta juga belum ada buktinya bahkan banyak yang tidak berhasil sehingga sebenarnya yang diperlukan tiap kunjungan itu memberi dampak, memberi berkah memberi manfaat atau memberi pikiran solusi yang diberikan masyarakat," tuturnya.
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH. Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding menegaskan, klaim seribu titik itu kecil jika dihitung dan dikomparasikan dari luas wilayah di Indonesia.
"Dari beberapa kunjungan, Sandi lebih kepada bentuk narsisme saja," kata Karding saat dihubungi, Selasa (8/1/2019). (Baca juga: Lima Bulan Kampanye, Sandiaga Uno Sudah Datangi 1.000 Tempat )
Karding menjelaskan, narsisme numerik artinya pencitraan seakan-akan digambarkan dengan jumlah titik. Padahal dia yakin Sandi tidak menyampaikan gagasan atgau solusi, kecuali bersandiwara.
"Kalau toh ada itu paling Oke Oce, Oke Oce juga. Di Jakarta juga belum ada buktinya bahkan banyak yang tidak berhasil sehingga sebenarnya yang diperlukan tiap kunjungan itu memberi dampak, memberi berkah memberi manfaat atau memberi pikiran solusi yang diberikan masyarakat," tuturnya.
(dam)