Hartono Duga Ada Pihak yang Intervensi Terkait Laporan Dirinya

Minggu, 06 Januari 2019 - 19:02 WIB
Hartono Duga Ada Pihak...
Hartono Duga Ada Pihak yang Intervensi Terkait Laporan Dirinya
A A A
JAKARTA - Pengusaha Hartono Karjadi disebut tengah terlibat perselisihan hukum dengan pihak di Indonesia. Saat ini, ia berada di Singapura untuk berobat.

Saat tengah berobat di Singapura, Hartono melalui Kuasa Hukumnya, Andy Yeo dari Kantor Hukum Eldan Law LLP Singapura mengungkapkan kejanggalan yang diterima kliennya di Singapura.

"Di Polda Bali, Hartono memang menghadapi sebuah laporan polisi yang diajukan pihak tertentu, yang sesungguhnya merupakan masalah perdata. Namun anehnya, otoritas Polda Bali memutuskan untuk mengintervensi masalah tersebut. Karena Hartono menjalani perawatan medis di Singapura, maka yang bersangkutan tidak dapat memenuhi panggilan polisi di Bali," ujar Andy Yeo, Minggu (6/1/2019).

Andy menjelaskan, pada tangal 4 Desember 2018 Hartono Karjadi dengan Paspor Indonesia Nompr X413253 membuat laporan kepolisian atas perlakuan tidak menyenangkan yang dialaminya kepada otoritas Kepolisian Singapura. Salinan laporan kepolisian tersebut dilampirkan bersama siaran pers ini.

Dalam laporan kepada Kepolisian Singapura itu, Hartono mengatakan bahwa ketika dirinya menjalani proses pemulihan sesaat setelah menerima tindakan medis di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura, pada pagi... hari... tanggal... bulan....2018, tiba-tiba dua pria asal Indonesia yang mengaku petugas polisi dari Polda Bali masuk menemui dirinya.

"Rupanya diduga dua polisi itu telah menemui perawat yang bertugas untuk bisa masuk ke ruangan tempat Hartono menjalani pemulihan," ucapnya.

"Tak hanya sampai di situ. Sore harinya, seusai menjalani pemulihan, Hartono dipaksa pergi bersama dua polisi Polda Bali tersebut ke Paragon sebuah pusat perbelanjaan di dekat RS Mount Elizabeth. Orang-orang ini berusaha membawa Hartono ke Bali keesokan harinya. Namun Hartono menolaknya," tambahnya.

Karena kondisi demikian, Andy menduga para oknum diduga polisi tersebut mendapat dukungan keuangan dari pihak ketiga yang berkepentingan. "Ini jelas peristiwa yang tidak wajar. Bagaimana mungkin, otoritas kepolisian provinsi (seperti Polda Bali) mengirimkan beberapa anggotanya untuk melakukan penyelidikan internasional," ucapnya.

"Salinan laporan polisi yang dibuat Hartono kepada Kepolisian Singapura dan sejumlah salinan surat aduan/keluhan juga dikirimkan ke beberapa instansi resmi yang relevan baik ke Pemerintah Indonesia maupun Pemerintah Singapura," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Rakornas Penegakan Hukum...
Rakornas Penegakan Hukum Terpadu Jelang Pemilu 2024
Pembagian Macam-Macam...
Pembagian Macam-Macam Hukum di Indonesia
Hukum di antara Akal...
Hukum di antara Akal dan Nurani
Penegakan Hukum Sontoloyo
Penegakan Hukum Sontoloyo
Survei Polling Institute:...
Survei Polling Institute: Kondisi Penegakan Hukum Perlu Perbaikan
Praktik Orang Dalam...
Praktik Orang Dalam Dinilai Merusak Demokrasi dan Tatanan Hukum
Berita Terkini
Polisi Temukan Uang...
Polisi Temukan Uang Fantastis Dolar AS dan Singapura dalam Brankas Saat Geledah Kafe di Cipete
Rumah Jampidsus Febrie...
Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Puluhan Anggota TNI, Ada Apa?
Membaca Penguatan Kelompok...
Membaca Penguatan Kelompok Rentan dalam Revisi UU HAM
Indonesia-India Kerja...
Indonesia-India Kerja Sama Program Rudal Canggih BrahMos dan Udara ke Udara
Geledah Kafe deClan,...
Geledah Kafe de'Clan, Polri Temukan Brankas Besar di dalam Tembok
Kala Prabowo Dipuji...
Kala Prabowo Dipuji Modi, Seorang Presiden juga Prajurit yang Paham Perencanaan
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved