Respons BPN Prabowo-Sandi Soal Pencoretan BW dan Adnan sebagai Panelis
Minggu, 06 Januari 2019 - 11:09 WIB
Respons BPN Prabowo-Sandi Soal Pencoretan BW dan Adnan sebagai Panelis
A
A
A
JAKARTA - Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Habiburokhman menyebut, pencoretan kedua nama tokoh antikorupsi sebagai panelis debat capres bermula dari masukan kubu pasangan Jokowi-Ma'ruf.
"Jadi ceritanya begini, kan saya ikut mendampingi tim inti yang di koordinasi oleh mas Priyo (Priyo Budi Santoso, Wakil Ketua BPN), mereka tidak mau dengan usulan kami Pak BW (Bambang Widjojanto) menjadi panelis. Mereka minta BW didrop. Nah, kubu kami juga minta mereka mencoret satu panelis rekomendasi dari mereka, siapa saja. Tapi kami terkejut kenapa malah nama Adnan Topan ICW yang mereka coret," ujar Habiburokhman dalam keterangan tertulisnya, Minggu (6/1/2019).
Habiburokhman juga merasa heran, mengapa kubu Jokowi-Ma'ruf seakan alergi dengan kedua tokoh yang sejauh ini memiliki integritas tinggi sebagai pegiat antikorupsi. "Kami juga tidak paham dengan pihak sana (Jokowi-Maruf), mengapa seorang yang memiliki integritas tinggi dalam pemberantasan korupsi malah ditakuti. Kalau bersih kenapa risih?" kata Habiburokhman.
Habiburokhman menambahkan, pihak Prabowo-Sandi selama ini tidak pernah mempermasalahkan siapa pun yang akan menjadi panelis debat capres 2019. Termasuk kedua nama yang yang dicoret KPU tersebut. Selain itu, Habiburokhman juga menyayangkan dieliminasinya Karni Ilyas dan Rosiana Silalahi dari kandidat moderator debat.
Padahal keduanya terbukti memiliki kemampuan yang andal dibidang jurnalistik serta pengalaman panjang dalam mengatur alur diskusi dan debat. Namun demikian, pihak Paslon 02 tetap menghormati keputusan KPU sebagai penyelenggara debat. " Kami hormati keputusan KPU, tentunya dengan harapan kedepan bisa lebih baik lagi," ucapnya.
"Jadi ceritanya begini, kan saya ikut mendampingi tim inti yang di koordinasi oleh mas Priyo (Priyo Budi Santoso, Wakil Ketua BPN), mereka tidak mau dengan usulan kami Pak BW (Bambang Widjojanto) menjadi panelis. Mereka minta BW didrop. Nah, kubu kami juga minta mereka mencoret satu panelis rekomendasi dari mereka, siapa saja. Tapi kami terkejut kenapa malah nama Adnan Topan ICW yang mereka coret," ujar Habiburokhman dalam keterangan tertulisnya, Minggu (6/1/2019).
Habiburokhman juga merasa heran, mengapa kubu Jokowi-Ma'ruf seakan alergi dengan kedua tokoh yang sejauh ini memiliki integritas tinggi sebagai pegiat antikorupsi. "Kami juga tidak paham dengan pihak sana (Jokowi-Maruf), mengapa seorang yang memiliki integritas tinggi dalam pemberantasan korupsi malah ditakuti. Kalau bersih kenapa risih?" kata Habiburokhman.
Habiburokhman menambahkan, pihak Prabowo-Sandi selama ini tidak pernah mempermasalahkan siapa pun yang akan menjadi panelis debat capres 2019. Termasuk kedua nama yang yang dicoret KPU tersebut. Selain itu, Habiburokhman juga menyayangkan dieliminasinya Karni Ilyas dan Rosiana Silalahi dari kandidat moderator debat.
Padahal keduanya terbukti memiliki kemampuan yang andal dibidang jurnalistik serta pengalaman panjang dalam mengatur alur diskusi dan debat. Namun demikian, pihak Paslon 02 tetap menghormati keputusan KPU sebagai penyelenggara debat. " Kami hormati keputusan KPU, tentunya dengan harapan kedepan bisa lebih baik lagi," ucapnya.
(whb)