Dugaan Jemput Paksa Andi Arief, Demokrat Tunggu Penjelasan Polri

Jum'at, 04 Januari 2019 - 23:02 WIB
Dugaan Jemput Paksa...
Dugaan Jemput Paksa Andi Arief, Demokrat Tunggu Penjelasan Polri
A A A
JAKARTA - Partai Demokrat mendesak Kapolri Tito Karnavian segera memberi penjelasan mengenai percobaan penjemputan paksa oleh Polri terhadap Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Andi Arief, di rumah orang tuanya, di Lampung.

Hal ini dikatakan Wasekjen Demokrat, Rachland Nashidik. Menurutnya, pemanggilan paksa hanya bisa dilakukan polisi setelah seseorang tiga kali tidak memenuhi panggilan.

"Sampai hari ini, Andi Arief belum pernah sekalipun mendapat panggilan polisi dalam kasus apapun yang mungkin disangkakan kepadanya," kata Rachland kepada media, Jumat (4/1/2019).

Dijelaskan Rachland, apabila Andi menjadi target operasi polisi, maka Demokrat menilai polisi telah melakukan excessive use of power yang sepenuhnya tidak bisa diterima.

"Selain pejabat utama Partai Demokrat, Andi Arief dikenal sejak muda sebagai aktivis yang tak gentar menyuarakan kebenaran. Dia adalah active citizen yang ikut membidani kelahiran reformasi dan merawat pertumbuhan demokrasi di negeri ini," ucapnya.

Dalam pengertian apapun menurut Rachland, Andi Arief bukan pelaku kriminalitas yang dapat memberi polisi justifikasi yang masuk akal terhadap upaya penjemputan paksa terhadapnya.

"Apabila Polisi membutuhkan keterangan dari Andi Arief, kami memastikan beliau akan memenuhinya sebagai warga negara yang sadar hukum. Kami bahkan akan mendampinginya memenuhi panggilan polisi," ungkapnya.

"Namun Polisi berkewajiban melakukan tugas tugasnya dalam cara yang menghormati hak-hak sipil, bukan malah melanggarnya. Kami menunggu klarifikasi segera dari Kapolri termasuk apakah penjemputan paksa itu adalah buah dari pertimbangan otonom hukum atau pesanan dari otoritas politik," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Penyerahan Surat Rekomendasi...
Penyerahan Surat Rekomendasi Partai Demokrat untuk Pilkada 2024
KLB Kubu Moeldoko Ditolak,...
KLB Kubu Moeldoko Ditolak, Pengamat: Waspadai Hoaks Ala Joseph Goebbels
Daftar Kepengurusan,...
Daftar Kepengurusan, Moeldoko Cs Wajib Serahkan Surat 'Bebas' Perselisihan Internal Partai
Kalau Tak Balas Surat...
Kalau Tak Balas Surat AHY, Jokowi Terkesan Bekingi Upaya Kudeta
KPU Jakarta Barat Lakukan...
KPU Jakarta Barat Lakukan Sortir dan Pelipatan Surat Suara DPR RI
Bawa Mandat Palsu di...
Bawa Mandat Palsu di KLB Demokrat Bisa Dituduh Pemalsuan Surat
Berita Terkini
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
Pimpinan Lembaga Antirasuah...
Pimpinan Lembaga Antirasuah Diduga Terseret Kasus MBG, Ini Tanggapan KPK
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved