Politikus PSI Sebut Tes Baca Alquran Bagi Capres Tidak Relevan

Senin, 31 Desember 2018 - 11:42 WIB
Politikus PSI Sebut...
Politikus PSI Sebut Tes Baca Alquran Bagi Capres Tidak Relevan
A A A
JAKARTA - Ikatan Dai Aceh mengusulkan agar Calon Presiden (Capres) dites membaca kita suci Alquran. Usulan tersebut menuai pro dan kontra di masyarakat. Banyak yang mendukung, tak sedikit pula yang menolak.

Influencer Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-KH. Ma'ruf Amin, Dedek Prayudi salah satu yang menolak usulan tersebut. Pria yang akrab disapa Uki itu menilai usulan itu tidak relevan.

"Capres diharapkan membaca dan paham ayat-ayat konstitusi bukan ayat-ayat suci. Sedangkan agama adalah ranah personal, jauh lebih mulia dari sekadar alat meraih suara," kata Uki kepada wartawan, Senin (31/12/2018).

Politikus PSI menilai bahwa partainya sejak awal berpendirian bahwa ibadah adalah ranah personal, bukan untuk dipertontonkan sebagai alat dan syarat meraih suara. Ia menganggap bahwa ritme permainan politik identitas yang diterapkan BPN Prabowo-Sandiaga kini berbalik menyudutkan Paslon tersebut.

Uki menyindir beberapa pernyataan tim BPN yang bernuansa politisasi agama, diantaranya adalah yang diucapkan politisi senior, Amien Rais.

"Masih segar rasanya ketika Pak Amien mengelompokkan koalisi partai politik dengan sebutan partai Allah dan partai setan. Juga beliau menganalogikan Pilpres ini dengan perang agama, yakni Perang Badar dan Perang Uhud. Apalagi kalau kita bicara soal Capres Cawapres pilihan Ijtima Ulama yang seolah mewakili pilihan agama tertentu," ucap dia. (Baca: TKN Pastikan Jokowi Siap Ikut Tes Baca Alquran di Aceh )

"Seolah-olah barisan mereka adalah barisan Tuhan, dan lawan politik mereka adalah musuh Tuhan. Seolah-olah siapapun yang berseberangan pilihan politik dengan mereka maka akan mendapat ganjaran neraka. Tuhan jauh lebih mulia daripada sekadar juru kampanye mereka. Sekarang mereka kena batunya dan kelimpungan sendiri menghindari tantangan baca Alquran dari ulama Aceh. Publik bertanya-tanya kenapa calon yang katanya mewakili Islam baca Alquran saja takut," tambahnya.

Namun sekali lagi ia menandaskan jika Prabowo ternyata tidak bisa baca Alquran tidak akan membatalkan pencalonannya sebagai capres.

"Di negara Pancasila ini tidak ada kewajiban calon presiden bisa baca ayat-ayat Quran. Yang penting paham ayat-ayat konstitusi, punya visi, misi dan program kongkret untuk rakyat. Ini yang tidak dimiliki Pak Prabowo," tandasnya.
(ysw)
Berita Terkait
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Prabowo-Sandi Jadi Menteri...
Prabowo-Sandi Jadi Menteri Jokowi, Memenya Bikin Ngakak
Soal Reshuffle Kabinet,...
Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat: Jokowi Menang 2-0 Atas Prabowo-Sandi
Survei Indikator Politik:...
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi-Maruf Cenderung ke Ganjar Pranowo
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Mau Gabung Kabinet Jokowi: Saya Tidak Ingin Bangsa Ini Pecah
Prabowo - Sandi Jadi...
Prabowo - Sandi Jadi Menteri Jokowi, Cholil Nafis: Bisa Jadi Tradisi
Berita Terkini
Siap Hadapi Persidangan,...
Siap Hadapi Persidangan, Gus Yaqut: Ungkap Mana yang Benar dan Salah
Kemendukbangga Perkuat...
Kemendukbangga Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Bonus Demografi dan Penurunan Stunting
Akan Atur Royalti Dalam...
Akan Atur Royalti Dalam UU, Baleg DPR: Karya Jurnalistik juga Miliki Hak Cipta
HNSI Nilai Kebijakan...
HNSI Nilai Kebijakan BBM Khusus Nelayan Bukti Keberpihakan Presiden Prabowo
Dakwaan dr Tifa dan...
Dakwaan dr Tifa dan Batas Negara Memidanakan Pendapat di Dialog Televisi
Mahfud MD Ungkap Skenario...
Mahfud MD Ungkap Skenario Eks Jampidsus Ajukan Praperadilan dan Berakhir Menang
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved