Prabowo Sebut RI Setingkat Negara Miskin, Ma'ruf Amin: Enggak Mungkin
Rabu, 26 Desember 2018 - 19:18 WIB
Prabowo Sebut RI Setingkat Negara Miskin, Ma'ruf Amin: Enggak Mungkin
A
A
A
JAKARTA - Calon wakil presiden, Ma'ruf Amin angkat bicara mengenai pernyataan Prabowo Subianto yang menyebut Indonesia setingkat negara miskin di benua Afrika.
Ma'ruf menolak pernyataan Prabowo yang dianggapnya tidak benar. Menurut dia, secara makro justru Indonesia sebagai negara dengan kemampuan ekonomi nomor tiga setelah Cina dan India.
"Enggak mungkin lah sama dengan negara-negara miskin yang lain itu," kata Ma'ruf usai wawancara khusus dengan iNews TV di rumahnya, di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta, Rabu (26/12/2018).
Secara makro, kata dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup bagus dan menjadi nomor 3 setelah China dan India. Hal ini, tambah Kiai Ma'ruf masih ditopang dengan pemerataan infrastruktur, fasilitas kesehatan dan pendidikan dan perubahan jumlah kemiskinan yang sangat signifikan.
Ma'ruf menganggap. angka kemiskinan yang diwariskan kepada Pemerintah Jokowi cukup besar. "Tetapi sudah di bawah satu digit sekarang. itu artinya berarti sudah ada perubahan-perubahan yang signifikan. Jadi kalau disamakan dengan itu ya tidak mungkin," ujarnya.
Ketua Umum MUI itu justru yakin pada periode kedua Jokowi nanti akan mengalami lompatan pertumbuhan ekonomi secara signifikan. Sebab di periode pertama, Jokowi telah meletakkan dasar-dasarnya.
Ma'ruf berharap calon pemimpin tidak menyampaikan informasi yang membuat masyarakat takut dan psimis. Namu diharapkan informasi disampaikan berdasarkan data valid dan bisa dipertanggungjawabkan.
"Ya kita boleh saja mau mencari dukungan, tapi dengan cara-cara yang bermartabat. Jangan menakutkan, jangan kemudian tidak berdasar pada fakta-fakta yang terjadi," tuturnya. (Rakhmat)
Sebelummya, calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mengungkapkan Indonesia setingkat dengan negara miskin di Afrika. Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara Majelis Tafsir Alquran (MTA) di Solo, Jawa Tengah, Minggu 23 Desember 2018.
Ma'ruf menolak pernyataan Prabowo yang dianggapnya tidak benar. Menurut dia, secara makro justru Indonesia sebagai negara dengan kemampuan ekonomi nomor tiga setelah Cina dan India.
"Enggak mungkin lah sama dengan negara-negara miskin yang lain itu," kata Ma'ruf usai wawancara khusus dengan iNews TV di rumahnya, di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta, Rabu (26/12/2018).
Secara makro, kata dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup bagus dan menjadi nomor 3 setelah China dan India. Hal ini, tambah Kiai Ma'ruf masih ditopang dengan pemerataan infrastruktur, fasilitas kesehatan dan pendidikan dan perubahan jumlah kemiskinan yang sangat signifikan.
Ma'ruf menganggap. angka kemiskinan yang diwariskan kepada Pemerintah Jokowi cukup besar. "Tetapi sudah di bawah satu digit sekarang. itu artinya berarti sudah ada perubahan-perubahan yang signifikan. Jadi kalau disamakan dengan itu ya tidak mungkin," ujarnya.
Ketua Umum MUI itu justru yakin pada periode kedua Jokowi nanti akan mengalami lompatan pertumbuhan ekonomi secara signifikan. Sebab di periode pertama, Jokowi telah meletakkan dasar-dasarnya.
Ma'ruf berharap calon pemimpin tidak menyampaikan informasi yang membuat masyarakat takut dan psimis. Namu diharapkan informasi disampaikan berdasarkan data valid dan bisa dipertanggungjawabkan.
"Ya kita boleh saja mau mencari dukungan, tapi dengan cara-cara yang bermartabat. Jangan menakutkan, jangan kemudian tidak berdasar pada fakta-fakta yang terjadi," tuturnya. (Rakhmat)
Sebelummya, calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mengungkapkan Indonesia setingkat dengan negara miskin di Afrika. Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara Majelis Tafsir Alquran (MTA) di Solo, Jawa Tengah, Minggu 23 Desember 2018.
(dam)