Terkait Ucapan SBY, Gerindra : Berarti Ada yang Mengganggu
Sabtu, 22 Desember 2018 - 17:49 WIB
Terkait Ucapan SBY, Gerindra : Berarti Ada yang Mengganggu
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut jangan ada yang menggangu partai dan koalisinya. Sebab, pihaknya tidak pernah mengganggu partai dan koalisi lain.
Menanggapi itu, Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan bila seorang SBY menyebut jangan ada yang menggangu berarti secara tidak langsung ada yang menggangu.
"Kalo presiden 10 tahun berkuasa yang berhasil, seorang jenderal, seorang yang cerdas, berintegritas, dan memiliki jaringan luas seperti pak SBY menyampaikan jangan ganggu kami berarti ada yang mengganggu, berarti ada potensi gangguan sehingga pak SBY sampe mengingatkan, sampe menyampaikan seperti itu," ujar Riza usai menghadiri diskusi Polemik MNC Trijaya Network dengan tema, Batam Mau Diapain?, di d'consulate resto dan lounge, Jl KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (22/12/2018).
(Baca juga: SBY Minta Jangan Diganggu, TKN: Yang Terasa Kita Terganggu )Riza pun mencontohkan bahwa SBY orang yang berintegritas bisa dilihat dari tweet-tweetnya. SBY menyampaikan dengan sangat jelas, sangat lugas, mudah dipahami, memang pemerintah sekarang ini kelihatan sekali intervensinya atas kebijakan-kebijakannya, dan pemberlakuan pembiaran juga sering terjadi.
"Soal baliho dianggap sederhana, itu bukan soal sederhana. Baliho, bendera sebuah partai itu adalah sebuah marwah jiwa ruh sebuah partai. Jadi itu harus dipertahankan, harus ditangani secara baik, jangan dianggap enteng, jangan dianggap sepele," jelasnya.
(Baca juga: Gerindra: Demokrat Berikan Dukungan yang Baik, Besar dan Kongkrit )Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat SBY mengatakan, partainya akan intensif kampanye bersama Partai Gerindra. Dikatakan SBY, Koalisi Indonesia Adil Makmur akan menjalankan kampanye sesuai konstitusi, undang-undang dan peraturan berlaku.
"Tolong kami jangan diganggu, karena kami tidak akan mengganggu siapapun," kata SBY usai pertemuan dengan Calon Presiden Prabowo Subianto di halaman rumahnya, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (21/12/2018).
Menanggapi itu, Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan bila seorang SBY menyebut jangan ada yang menggangu berarti secara tidak langsung ada yang menggangu.
"Kalo presiden 10 tahun berkuasa yang berhasil, seorang jenderal, seorang yang cerdas, berintegritas, dan memiliki jaringan luas seperti pak SBY menyampaikan jangan ganggu kami berarti ada yang mengganggu, berarti ada potensi gangguan sehingga pak SBY sampe mengingatkan, sampe menyampaikan seperti itu," ujar Riza usai menghadiri diskusi Polemik MNC Trijaya Network dengan tema, Batam Mau Diapain?, di d'consulate resto dan lounge, Jl KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (22/12/2018).
(Baca juga: SBY Minta Jangan Diganggu, TKN: Yang Terasa Kita Terganggu )Riza pun mencontohkan bahwa SBY orang yang berintegritas bisa dilihat dari tweet-tweetnya. SBY menyampaikan dengan sangat jelas, sangat lugas, mudah dipahami, memang pemerintah sekarang ini kelihatan sekali intervensinya atas kebijakan-kebijakannya, dan pemberlakuan pembiaran juga sering terjadi.
"Soal baliho dianggap sederhana, itu bukan soal sederhana. Baliho, bendera sebuah partai itu adalah sebuah marwah jiwa ruh sebuah partai. Jadi itu harus dipertahankan, harus ditangani secara baik, jangan dianggap enteng, jangan dianggap sepele," jelasnya.
(Baca juga: Gerindra: Demokrat Berikan Dukungan yang Baik, Besar dan Kongkrit )Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat SBY mengatakan, partainya akan intensif kampanye bersama Partai Gerindra. Dikatakan SBY, Koalisi Indonesia Adil Makmur akan menjalankan kampanye sesuai konstitusi, undang-undang dan peraturan berlaku.
"Tolong kami jangan diganggu, karena kami tidak akan mengganggu siapapun," kata SBY usai pertemuan dengan Calon Presiden Prabowo Subianto di halaman rumahnya, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (21/12/2018).
(pur)