31 Pekerja Dibantai OPM, Menhan: Saya Bertanggung Jawab

Selasa, 04 Desember 2018 - 14:46 WIB
31 Pekerja Dibantai...
31 Pekerja Dibantai OPM, Menhan: Saya Bertanggung Jawab
A A A
JAKARTA - Sebanyak 31 pekerja yang tengah membangun jembatan Habema-Mugi, Kabupaten Nduga, Papua tewas dibantai Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM). Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengaku bertanggung jawab atas pembantaian 31 pekerja PT Istaka Karya itu.

Apalagi korban tewas dalam peristiwa itu sangat banyak. "Ya kalau masalah itu sudah terjurus besar, sampai 30-an itu, saya sebagai Menteri Pertahanan juga bertanggung jawab. Tanggung jawab saya juga, bukan hanya polisi dan tentara saja. Saya bertanggung jawab," kata Ryamizard Ryacudu di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Menhan akan segera melakukan rapat dengan Polri dan TNI membahas masalah ini. Dia pun memastikan bahwa kelompok bersenjata yang membantai puluhan pekerja itu adalah OPM. "Harus ada jelas siapa berbuat apa. Sudah (teridentifikasi). Masa orang biasa nembak-nembak. OPM," ujarnya. (Baca juga: Sadis! 31 Pekerja Dibantai OPM di Nduga Papua )

Ia pun meminta agar helikopter atau pesawat yang lebih besar dikirim ke lokasi untuk mengevakuasi para korban. "Ya segera saja bawa helikopter yang lebih besar, pesawat lebih besar, ke tempatnya," paparnya. (Baca juga: Evakuasi Korban, Personel TNI-Polri Terobos Blokade OPM di Nduga Papua )

Berdasarkan informasi yang diperoleh SINDOnes, pembantaian 31 pekerja jembatan ini diduga akibat salah satu pekerja memfoto kegiatan hari ulang tahun (HUT) OPM pada Sabtu 1 Desember 2018. Akibat pengambilan foto upacara HUT OPM, tersebut membuat kelompok KKSB marah dan membantai para korban tersebut. (Baca juga: Baku Tembak dengan OPM, Satu Tentara Gugur dan 1 Lagi Terluka )

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal menjelaskan, berdasarkan laporan dari lapangan sebanyak 24 orang pekerja dari PT Istaka Karya dibunuh pada Sabtu 1 Desember 2018. Sedangkan delapan lainnya yang sempat menyelamatkan diri dan bersembunyi di salah satu rumah anggota DPRD setempat. Namun mereka pun dan dibunuh pada Minggu 2 Desember 2018) setelah dijemput oleh anggota OPM. (Baca juga: 31 Pekerja Dibantai KKSB, Menhan: Menyerah atau Diselesaikan )
(poe)
Berita Terkait
Menanti Jaminan Keamanan...
Menanti Jaminan Keamanan di Papua
Gangguan Keamanan dari...
Gangguan Keamanan dari OPM Hambat Distribusi Bantuan Bencana Kelaparan Ekstrem di Papua Tengah
Selalu Ganggu Keamanan,...
Selalu Ganggu Keamanan, Bukti KKSB Tak Dukung Kesejahteraan Papua
Pengamat Sarankan Penanganan...
Pengamat Sarankan Penanganan OPM Melalui Pendekatan Keamanan yang Terukur
Situasi Konflik di Tanah...
Situasi Konflik di Tanah Papua Belum Ada Tanda-tanda Berakhir
Komnas HAM Kumpulkan...
Komnas HAM Kumpulkan Fakta Rentetan Kekerasan dan Keamanan di Papua
Berita Terkini
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Revisi UU Pemilu Belum...
Revisi UU Pemilu Belum Dibahas, Golkar Usul Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol
Infografis
Menhan Australia Telepon...
Menhan Australia Telepon Menteri Sjafrie Terkait Rumor Pangkalan Militer Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved