Naikkan Gaji PNS, Pemerintah Abaikan Nasib Honorer Bergaji Rp300 Ribu

Jum'at, 16 November 2018 - 10:21 WIB
Naikkan Gaji PNS, Pemerintah...
Naikkan Gaji PNS, Pemerintah Abaikan Nasib Honorer Bergaji Rp300 Ribu
A A A
JAKARTA - Kebijakan pemerintah untuk menaikkan gaji dan tunjangan PNS pada Januari 2019 menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Bahkan, hal ini dinilai sebagai ketidakpekaan pemerintah terhadap masalah honorer K-2 yang butuh kepastian sementara, mereka sudah mengabdi belasan tahun dengan gaji yang jauh di bawah UMR.

“Kalau itu sih biasanya rutin mau pemilu kan memang pemerintah kan ingin menghibur. Tapi saya mohon perhatikanlah K-2 ya, perhatikanlah pegawai-pegawai pemagangan yang sudah berjasa bagi negara. Bahkan barusan saya dengar kabar temen-temen dari Maluku ketika para guru dan PNS itu kabur, mereka-mereka ini K-2 yang kemudian menjadi pekerja sukarelawan yang bekerja bagi negara,” kata Wakil Ketua DPR koordinator Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Fahri Hamzah kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (16/11/2018).

Fahri menuturkan, para honorer ini sudah mengabdi sejak lama dan digaji dengan upah yang sangat rendah, hanya berkisah Rp 300 ribu-Rp 500 ribu. Jumlah itu jauh di bawah UMR dan saat ini usia mereka sudah melampaui syarat untuk daftar sebagai CPNS.

“Kan ini zalim, sudah memakai pekerjaan orang begitu lama, begitu mereka mau mendaftar udah lewat akhirnya mereka ditolak, itu kan akhirnya jadi sampai setelah orang itu berkorban. Itu aja selesaikan dulu,” tukas Fahri.

Kemudian, lanjut Fahri, masalah sumbangan untuk membangun rumah korban bencana alam di NTB dan Sulawesi Tengah juga belum direalisasikan. Pemerintah selama ini selalu berkilah bahwa APBN terbatas, tapi justru memberikan kenaikan gaji dan tunjangan PNS pada 2019 untuk menyenangkan pada PNS yang merupakan basis suara.

“Itu dong duluan, jangan kita lagi prihatin begini kan menghibur PNS-PNS sebagai suara baru,” desaknya. “Lah ini mau kasih uang kemana-mana lagi mau belanja ini belanja itu, padahal APBN nya terbatas,” imbuhnya.

Selain itu, Fahri menambahkan, ada laporan bahwa dalam seleksi penerimaan CPNS di Maluku dan Ambon ini yang lolos kurang dari 2%. Fahri menduga hal ini terjadi karena pemerintah tidak punya cukup anggaran untuk merekrut PNS baru.

“Di satu sisi saat mau memenuhi kewajiban yang pokok pemerintah tidak kelihatan punya uang, tapi untuk menghibur yang baru-baru ini demi politik pemerintah punya uang, kan itu yang tidak benar. Ini zalim,” sesalnya.
(poe)
Berita Terkait
JK soal Kabinet Merah...
JK soal Kabinet Merah Putih: Nanti 6 Bulan Baru Kita Bisa Menilai
Reshuffle Kabinet, Presiden...
Reshuffle Kabinet, Presiden Lantik 2 Menteri 1 Kepala Lembaga
Jokowi Lantik Dua Menteri...
Jokowi Lantik Dua Menteri dan Tiga Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju
JK Sentil Wacana Kabinet...
JK Sentil Wacana Kabinet Prabowo Diisi 40 Menteri: Artinya Bukan Kabinet Kerja tapi Politis
Penilaian 6 Menteri...
Penilaian 6 Menteri Baru di Mata Jokowi
Reshuffle Kabinet, PKS...
Reshuffle Kabinet, PKS Sarankan Jokowi Libatkan KPK Pilih Calon Menteri
Berita Terkini
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved