Masuki Periode Bonus Demografi, BKKBN Tingkatkan Kualitas Penelitian

Kamis, 08 November 2018 - 18:16 WIB
Masuki Periode Bonus...
Masuki Periode Bonus Demografi, BKKBN Tingkatkan Kualitas Penelitian
A A A
JAKARTA - Sebagian besar negara di Asia Tenggara telah memasuki periode bonus demografi. Penduduk usia kerja (15-64 tahun) mengalami peningkatan.

Proporsi ini diperkirakan akan mencapai puncaknya pada suatu waktu selama 2025-2030. Dalam hal ini perempuan memainkan peran sangat penting dalam proses transisi demografis.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sigit Priohutomo menjelaskan kemampuan Indonesia untuk bersaing di pasar global sangat bergantung pada basis sumber daya manusia yang semakin meningkat.

Pada tahun 2030 diprediksikan hampir 10 persen penduduk akan berusia 60 tahun ke atas."Kita perlu mendukung penduduk lansia agar menjadi sehat dan produktif serta menjadi ‘lansia aktif’. Bagi penduduk muda dan dewasa, Badan Pusat Statistik memperkirakan bahwa pada tahun 2025, 68 persen orang di Indonesia akan tinggal di daerah perkotaan," ujar Sigit dalam sambutannya di Konferensi Internasional Dua Tahunan Asia Tenggara yang Membahas Kependudukan dan kesehatan, di Singhasari Resort Batu, Malang, Jawa Timur, Kamis (8/11/2018).
Dalam konferensi Internasional ini, BKKBN turut bekerja sama dengan Universitas Brawijaya, University of Portsmouth Inggris serta British Council.

Sekretaris Utama BKKBN Nofrizal menjelaskan, kerja sama dengan Universitas Brawijaya serta University of Portsmouth untuk mengantisipasi, menyusun dan mengembangkan serta meningkatkan kualitas penelitian dari BKKBN.

"Penelitian sangat penting untuk membuat kebijakan dan melakukan intervensi. Kalau umpamanya kita melakukan penelitian operasional riset, itu dibutuhkan nanti langkah-langkah bagaimana cara mengatasi atau melakukan program-program yang sesuai dengan hasil penelitian," tutur Nofrizal.

Rektor Universitas Brawijaya Nuhfil Hanani pun menyambut baik pendapat Nofrizal. Dia berharap kerja sama ini dapat menyelesaikan berbagai masalah di Indonesia termasuk persoalan kependudukan dan kesehatan.

"Masalahnya macam-macam. Tadi ada beberapa aspek yang menjadi kendala di Indonesia mulai dari kelahiran, migrasi, bonus demografi. Kita bisa mengambil segmen di masing-masing itu," ujar Nuhfil.

Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan dari University of Portsmouth, Inggris, Sherria Hoskins juga turut menyambut baik kerja sama ini. Sherria senang semua pihak bisa bergabung dalam konferensi ini, dari mulai ilmuwan hingga stakeholder dan pemerintah."Tanpa terkecuali guru, pengajar, perawat, dokter dan juga dari profesional di bidang kesehatan. Itulah kenapa tema konferensi ini untuk memadukan antar partnership dan jaringan," tutur Sherria.
(dam)
Berita Terkait
BKKBN Kembali Raih Penghargaan...
BKKBN Kembali Raih Penghargaan Tertinggi Dunia Bidang Kependudukan Setelah 33 Tahun
Hasto Wardoyo Dorong...
Hasto Wardoyo Dorong BKKBN Sulsel Maksimalkan Penggunaan Anggaran
Pandemi COVID-19 Mengancam...
Pandemi COVID-19 Mengancam Bonus Demografi
Kemendukbangga/BKKBN...
Kemendukbangga/BKKBN Dorong Kesadaran Anti-Bullying Lewat Gen Z
BKKBN Terus Edukasi...
BKKBN Terus Edukasi Masyarakat Cetak Usia Produktif Berkualitas
Review Program Bangga...
Review Program Bangga Kencana, Ini Disampaikan BKKBN Sulsel
Berita Terkini
PWNU Jateng dan Konjen...
PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Jalin Kerja Sama Pendidikan, Gus Rozin Ikuti Jejak Gus Dur
Pakar Kebijakan Publik...
Pakar Kebijakan Publik Soroti Ego Sektoral Penegakan Hukum, Sarankan Pelibatan KPK
Smartwatch AI, Kala...
Smartwatch AI, Kala Algoritma Mulai Membentuk Cara Kita Menilai Diri
Ditahan di Rutan KPK,...
Ditahan di Rutan KPK, Febrie Adriansyah: Alat Bukti Masih Didalami, Belum Cukup Dilakukan Penahanan
Masalah Perampasan Aset...
Masalah Perampasan Aset Tindak Pidana
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Infografis
15 Jurusan UI yang Sepi...
15 Jurusan UI yang Sepi Peminat, Referensi Tingkatkan Peluang Lolos SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved