Yusril: Saya Pengacara Paslon, Bukan Konteks Dukung Mendukung

Rabu, 07 November 2018 - 21:15 WIB
Yusril: Saya Pengacara...
Yusril: Saya Pengacara Paslon, Bukan Konteks Dukung Mendukung
A A A
JAKARTA - Yusril Ihza Mahendra menjelaskan, duduk perkara ihwal penunjukan dirinya sebagai pengacara pasangan calon (paslon) presiden-wakil presiden Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin.

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu mengatakan, dirinya bukanlah pengacara presiden. Sesuai dengan posisinya, dia bertindak sebagai pengacara profesional.

"Saya tidak konteks dukung mendukung, tapi lawyer. Jadi harus jernih memahami ini," kata Yusril di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (7/11/2018). Baca juga: Manuver Yusril Gabung ke Kubu Jokowi-Ma'ruf Dipertanyakan
Yusril mengatakan, tim kampanye nasional Jokowi-Ma'ruf meminta Yusril tidak bicara tentang partai. Yusril mengaku hanya mengurus masalah hukum. Baca juga: Jadi Pengacara Jokowi, Yusril Diminta Mundur sebagai 'Pembela' HTI Sementara terkait posisi PBB, Yusril menegaskan partainya belum menentukan dukungan di Pilpres 2019. Yusril juga menegaskan dirinya tidak bergabung dalam TKN Jokowi-Ma'ruf.

"Waktu ketemu Pak Erick, Pak Jokowi bilang yang penting Pak Yusril tidak ngomong partai sama sekali. PBB saat ini belum memutuskan support paslon," kata Yusril.
(maf)
Berita Terkait
Survei Indikator Politik:...
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi-Maruf Cenderung ke Ganjar Pranowo
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Pilpres 2024, Perindo...
Pilpres 2024, Perindo Jamin Lanjutkan Gagasan Jokowi-Ma'ruf Amin
Maruf Amin Harap Kepemimpinannya...
Ma'ruf Amin Harap Kepemimpinannya dengan Jokowi Berakhir Husnulkhatimah
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Mau Gabung Kabinet Jokowi: Saya Tidak Ingin Bangsa Ini Pecah
Buruh Puji Kabinet Jokowi...
Buruh Puji Kabinet Jokowi Tak Terpengaruh Kasak-kusuk Pilpres 2024
Berita Terkini
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Penunjukan Kepala BGN...
Penunjukan Kepala BGN Baru Dinilai Tepat untuk Membenahi MBG
KPK Lelang 106 Lot Barang...
KPK Lelang 106 Lot Barang Rampasan Korupsi dari 26 Perkara, Ada Handphone hingga Bidang Tanah
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Infografis
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Satelit China Dukung Houthi Yaman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved