Kubu Jokowi: Mesin Politik Prabowo-Sandi Akan Mati Total
Kamis, 01 November 2018 - 21:09 WIB
Kubu Jokowi: Mesin Politik Prabowo-Sandi Akan Mati Total
A
A
A
JAKARTA - Tim kampanye Joko Widodo-Ma'ruf Amin menilai mesin politik kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan menghadapi masalah dalam menghadapi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019.
"Mesin politik Prabowo Sandi akan mati total. Tidak ada partai kecuali Gerindra yang serius memenangkan Prabowo-Sandi," ucap Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Raja Juli Antoni, Kamis (1/11/2018).
Pria yang biasa disapa Toni menyebut ada empat indikator mesin politik Prabowo-Sandi akan "mati total".Pertama, kata dia, Partai Demokrat sebagai parpol pengusung Prabowo-Sandi sudah mengizinkan kadernya "main dua kaki". (Baca juga: Wasekjen Demokrat: Perintah SBY Jelas Dua Kaki )
Kedua, lanjut Toni, Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga partai pengusung Prabowo-Sandi mengungkapkan ada calon anggota legislatif atau calegnya yang enggan berkampanye untuk pasangan yang diusung partainya.
Ketiga, tambah dia, adanya ganjalang dalam hubungan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Gerindra karena belum selesainya urusan siapa yang calon wakil gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno.
"Keempat, Pak Prabowo tidak punya kepercayaan diri lagi tampaknya untuk kampanye ke daerah-daerah," tuturnya.
"Mesin politik Prabowo Sandi akan mati total. Tidak ada partai kecuali Gerindra yang serius memenangkan Prabowo-Sandi," ucap Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Raja Juli Antoni, Kamis (1/11/2018).
Pria yang biasa disapa Toni menyebut ada empat indikator mesin politik Prabowo-Sandi akan "mati total".Pertama, kata dia, Partai Demokrat sebagai parpol pengusung Prabowo-Sandi sudah mengizinkan kadernya "main dua kaki". (Baca juga: Wasekjen Demokrat: Perintah SBY Jelas Dua Kaki )
Kedua, lanjut Toni, Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga partai pengusung Prabowo-Sandi mengungkapkan ada calon anggota legislatif atau calegnya yang enggan berkampanye untuk pasangan yang diusung partainya.
Ketiga, tambah dia, adanya ganjalang dalam hubungan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Gerindra karena belum selesainya urusan siapa yang calon wakil gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno.
"Keempat, Pak Prabowo tidak punya kepercayaan diri lagi tampaknya untuk kampanye ke daerah-daerah," tuturnya.
(dam)