Terjerat Kasus, PAN Minta Taufik Kurniawan Kooperatif

Selasa, 30 Oktober 2018 - 13:20 WIB
Terjerat Kasus, PAN...
Terjerat Kasus, PAN Minta Taufik Kurniawan Kooperatif
A A A
JAKARTA - Partai Amanat Nasional (PAN) meminta Taufik Kurniawan kooperatif kepada aparat penegak hukum. Adapun Wakil Ketua Umum PAN itu telah dicegah bepergian ke luar negeri untuk enam bulan ke depan oleh Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia atas permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN, Yandri Susanto mengatakan, partainya menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum jika ada kader PAN yang tersangkut masalah hukum.

"Kepada kader-kader kami, pengurus PAN, kalau memang ada ada urusan dengan hukum, ikuti saja prosesnya secara fair dan baik," ujar Yandri Susanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/10/2018).

Namun dia meminta KPK tidak tebang pilih. Yandri pun menyinggung langkah KPK yang mencabut pencegahan bepergian ke luar negeri kepada Pemilik Agung Sedayu Group Sugiyanto Kusuma Alias Aguan dalam kasus suap pengurusan Raperda Reklamasi Jakarta.

Kemudian, Yandri Susanto juga menyinggung pencabutan pencegahan terhadap rekan Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Sunny Tanuwidjaja.

"Semua orang berharap dulu dia pasti bersalah. Tapi kan dilepas begitu saja dan hari ini Aguan dan Sunny aman-aman saja," kata Anggota Komisi II DPR ini.

Dia pun yakin bahwa Taufik Kurniawan tidak bersalah. "Tapi jalani saja proses hukumnya, sekali lagi KPK jangan tebang pilih. Kalau dulu Aguan dicekal bisa dibebaskan dan mungkin Mas Taufik juga begitu," ungkapnya.

Di samping itu, dia mengaku tidak mengetahui persis masalah yang disangkakan kepada Taufik Kurniawan sehingga dicegah bepergian ke luar negeri. "Saya belum ketemu Mas Taufik sudah lama saya juga enggak mengikuti perkembangannya," katanya.
(maf)
Berita Terkait
Ditangkap KPK, Ini Tiga...
Ditangkap KPK, Ini Tiga Kontroversi Bupati Penajam Paser Utara
OTT Hanya Dua Kali dalam...
OTT Hanya Dua Kali dalam 6 Bulan, KPK: Penjahatnya Lebih Pintar
Breaking News: KPK Gelar...
Breaking News: KPK Gelar OTT Jakarta dan Bekasi, Pejabat Negara Ditangkap
OTT di Jakarta dan Semarang,...
OTT di Jakarta dan Semarang, KPK Amankan Pejabat Perkeretaapian
Hanya Tangkap 5 Orang,...
Hanya Tangkap 5 Orang, KPK Akui Tak Banyak OTT Sepanjang Semester I 2022
Usai Terjaring OTT KPK,...
Usai Terjaring OTT KPK, Bupati Meranti Segera Diterbangkan ke Jakarta
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved