JK Ingatkan TKN Tetap Kerja Keras Menangkan Jokowi-Ma’ruf Amin

Minggu, 28 Oktober 2018 - 09:41 WIB
JK Ingatkan TKN Tetap...
JK Ingatkan TKN Tetap Kerja Keras Menangkan Jokowi-Ma’ruf Amin
A A A
SURABAYA - Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, Jusuf Kalla (JK) mengingatkan agar TKN tidak jumawa atas hasil rilis sejumlah lembaga survei yang mengunggulkan pasangan nomor urut 01 ini. Sebaliknya, Wakil Presiden RI tersebut mendorong agar TKN tetap bekerja keras dalam memenangkan pasangan yang diusung sembilan partai politik ini.

Hal itu disampaikan JK usai menghadiri acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) TKN Jokowi-Ma'ruf Amin di Gedung Empire Palace Jalan Blauran, Sabtu (27/10/2018). Menurutnya, kurang baik terlalu percaya diri dengan hasil rilis sejumlah lembaga survei.

“Harus tetap kerja keras dan yakin. Tapi harus tetap hati-hati,” ujarnya didampingi Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri dan Ketua TKN, Erick Thohir.

Terkait pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang cenderung menyerang kinerja Jokowi dalam hal ekonomi, JK mengaku itu hal wajar. Lawan, kata dia, akan selalu menyoroti kelemahan dari incumbent termasuk soal ekonomi.

Namun begitu, TKN harus mampu memberi penjelasan pada masyarakat bahwa apa yang sudah dikerjakan pemerintahan sekarang sudah benar. “Lawan akan selalu menyalahkan incumbent. Tapi saya harap, kampanye harus dilakukan secara aman, damai dan demokratis,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf Amin Jatim, Machfud Arifin mengatakan, Rakernas TKN ini sangat membantu dalam mendisiplinkan semua langkah strategis dan taktis di darat maupun udara. “Karena di acara ini kami mendapat garis-garis kerja yang komprehensif. Mulai komunikasi politik, penyusunan narasi kampanye, sampai penggalangan pemilih milenial dan perempuan. Ini dua segmen pemilih yang sangat menentukan kemenangan pada 2019,” katanya.

Ditanya lebih detil terkait strategi yang disusun bersama dalam rapat kerja nasional tersebut, Machfud enggan mengungkap secara detail. “Yang namanya strategi ya rahasia. Yang jelas, strateginya sesuai koridor permainan, tidak boleh melanggar hukum, tidak boleh memfitnah, tidak boleh sebar hoaks,” tandasnya.
(kri)
Berita Terkait
Survei Indikator Politik:...
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi-Maruf Cenderung ke Ganjar Pranowo
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Pilpres 2024, Perindo...
Pilpres 2024, Perindo Jamin Lanjutkan Gagasan Jokowi-Ma'ruf Amin
Maruf Amin Harap Kepemimpinannya...
Ma'ruf Amin Harap Kepemimpinannya dengan Jokowi Berakhir Husnulkhatimah
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Mau Gabung Kabinet Jokowi: Saya Tidak Ingin Bangsa Ini Pecah
Buruh Puji Kabinet Jokowi...
Buruh Puji Kabinet Jokowi Tak Terpengaruh Kasak-kusuk Pilpres 2024
Berita Terkini
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus POME ke Kejaksaan
Revisi UU Polri Disahkan...
Revisi UU Polri Disahkan Jadi Undang-Undang, Pelayanan Kepolisian Diharapkan Meningkat
JPU Sebut Kasus Chromebook...
JPU Sebut Kasus Chromebook Nadiem termasuk White Collar Crime, Kuasa Hukum Terkejut
Infografis
Gen Z Kelompok Paling...
Gen Z Kelompok Paling Rentan, 52% Pekerja Alami Kelelahan Kerja Kronis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved