Fadli Zon: Pemberantasan Korupsi Perlu Kerja Sama Semua Elemen

Jum'at, 26 Oktober 2018 - 20:14 WIB
Fadli Zon: Pemberantasan...
Fadli Zon: Pemberantasan Korupsi Perlu Kerja Sama Semua Elemen
A A A
KOPENHAGEN - Maraknya korupsi yang terjadi di berbagai negara, telah menjadi ancaman serius, tak hanya bagi pembangunan namun juga bagi masa depan perdamaian dunia. Untuk mengatasinya dibutuhkan peran dan kerja sama dari semua elemen baik pemerintah, parlemen dan masyarakat madani.

Demikian salah satu poin yang disampaikan Presiden Global Organization of Parliamentarians Against Corruption (GOPAC) Fadli Zon di depan forum 18TH International Anti-Corruption Conference "Together for Development, Peace and Security: Now Is the Time to Act” di Bella Centre, Kopenhagen, Denmark, Rabu 24 Oktober 2018.

Forum ini adalah pertemuan untuk mengajak semua elemen agar bekerja sama dalam memberantas korupsi. "Saya menyoroti efek negatif dari korupsi dan mengapa kita harus bekerjasama mengatasinya. Korupsi tak hanya dilihat sebagai ancaman terhadap demokrasi, tetapi juga dapat merusak pembangunan ekonomi, melanggar keadilan sosial, dan merusak kepentingan publik. Itu bahkan dapat menghancurkan kepercayaan pada institusi negara" kata Fadli Zon.

Hasil penelitian University of Amsterdam pada 2010, korupsi dapat mempengaruhi kepercayaan publik terhadap parlemen. Pada 2012, laporan yang dirilis Transparency International (TI) menempatkan parlemen sebagai peringkat ke-3 dalam daftar lembaga publik yang dianggap korup oleh masyarakat sipil.

Karena itu, sebagai kejahatan transnasional, penanganan korupsi harus didukung semua elemen. Kerja sama, kolaborasi, dan kemitraan di antara para stakeholders sangat diperlukan untuk memberantas korupsi secara efektif. Melalui aliansi aktor-aktor penting semacam itu, masalah dapat diatasi.

"Parlemen adalah pilar penting dari sistem demokrasi suatu negara. Parlemen memiliki peran kunci kontrol mengawasi pemerintah. Dalam hal membina kemitraan yang kuat, penting untuk membangun dan mendukung jaringan parlementer, dan bekerja dalam kemitraan dengan pemerintah, masyarakat sipil, dan pemangku kepentingan terkait lainnya. Di sinilah GOPAC mengambil perannya," tutur Wakil Ketua DPR RI ini.

Sejak didirikan pada 2002, GOPAC telah secara aktif terlibat dalam jaringan anti-korupsi global. Di saat yang sama mendorong kemitraan anti-korupsi yang kuat di kalangan anggota parlemen. “Hingga kini, kami memiliki lebih dari 1.000 anggota di seluruh dunia, serta jaringan terkoordinasi melalui 62 cabang nasional dan 5 cabang regional di Arab, Afrika, Asia Tenggara, Oceania, dan Amerika Latin,” ujarnya.

Dalam melaksanakan programnya, GOPAC memiliki 5 bidang satuan tugas global yakni anti-pencucian uang, konvensi PBB melawan korupsi (UNCAC), pengawasan parlementer, etika dan perilaku parlementer, dan partisipasi masyarakat. "Saya juga menyoroti beberapa kemitraan strategis GOPAC baru-baru ini dengan parlemen, eksekutif, jaringan internasional, dan masyarakat sipil,” tandasnya.
(poe)
Berita Terkait
Prioritas Selamatkan...
Prioritas Selamatkan Uang Negara, Firli Bahuri Cs Disebut New KPK
Ketua Harian PKB Tegaskan...
Ketua Harian PKB Tegaskan OTT Instrumen Pemberantasan Korupsi
Puan Optimistis UU MLA...
Puan Optimistis UU MLA RI-Swiss Perkuat Pemberantasan Korupsi
KPK Klaim Sudah Telusuri...
KPK Klaim Sudah Telusuri Info Beking Azis Syamsuddin di Internal, Ini Hasilnya
Pengesahan RUU Perampasan...
Pengesahan RUU Perampasan Aset Tingkatkan Kepercayaan Publik Terhadap Pemberantasan Korupsi
Diuji DPR, Capim KPK...
Diuji DPR, Capim KPK Nyoman Wara Paparkan Konsep Trilogi Pemberantasan Korupsi
Berita Terkini
Kejagung Ungkap Tersangka...
Kejagung Ungkap Tersangka Dadan Hindayana dan 2 Eks Waka BGN Bekerja Sama dan Saling Mengetahui
Tersangka Korupsi, Silmy...
Tersangka Korupsi, Silmy Karim dan Pejabat Imigrasi Dinonaktifkan dari Jabatan
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Menteri Imipas Dukung Proses Penegakan Hukum
Harta Kekayaan Silmy...
Harta Kekayaan Silmy Karim Rp234,5 Miliar, Kini Jadi Tersangka Dugaan Pemerasan
Saiful Mujani Diperiksa...
Saiful Mujani Diperiksa soal Penghasutan, Todung Mulya Lubis: Ini Absurd
Sony Sanjaya Tulis Pesan...
Sony Sanjaya Tulis Pesan untuk Kepala BGN Nanik S Deyang Sebelum Ditahan, Apa Isinya?
Infografis
10 Negara dengan Jam...
10 Negara dengan Jam Kerja Terpendek di Dunia, Suriah Paling Singkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved