Politikus Sontoloyo yang Diucapkan Jokowi Dinilai Bentuk Peringatan
Rabu, 24 Oktober 2018 - 14:48 WIB
Politikus Sontoloyo yang Diucapkan Jokowi Dinilai Bentuk Peringatan
A
A
A
JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin menilai positif pernyataan yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut hati-hati banyak politikus sontoloyo. Istilah sontoloyo dimaksudkan kepada politisi yang jago 'nyiyir' terhadap kebijakan pemerintah yang pro rakyat seperti kebijakan dana kelurahan yang dipersoalkan sejumlah elite.
"Kalau orang santun seperti Pak Presiden sudah bicara agak keras, itu pasti karena beliau sudah mulai muak nih dengan oknum-oknum yang tidak dapat membedakan mana kepentingan rakyat yang harus didukung bersama dan mana yang harus dikritisi," ujar Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf, Irma Suryani Chaniago saat dikonfirmasi, Rabu (24/10/2018).
Irma menganggap, selama ini Presiden Jokowi hanya diam saat dihujat dan difitnah dengan informasi yang hoaks. Menurutnya, saat Jokowi terus menerus diam dianggap oleh sebagian pihak tidak tegas sehingga hujatan dan cacian semakin menjadi-jadi.
Karenanya, istilah politikus sontoloyo yang diucapkan capres bernomor urut 01 itu untuk mengingatkan tanggung jawab elite politik agar sadar akan tugasnya. "Jangan semua pihak dicurigai lah. Curiga dipolitisasi, curiga kalau nanti dana kelurahan tidak bermanfaat. Sebagai partai oposisi silakan kawal dan kontrol, jangan malah menghalangi program pro rakyat dong," ucap Politikus Partai Nasdem itu.
Sementara itu, Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding menganggap politikus sontoloyo yang diucapkan Jokowi merupakan rangkaian pesan-pesan yang disampaikan selama ini untuk mengingatkan perilaku elite politik yang cenderung mengalami dekadensi.
"Beberapa pernyataan yang saya kira berhubungan antara lain, akhiri politik kebohongan, jangan hanya turun kalau mau pemilu atau pilpres, politik yang mengedukasi, akhiri politik SARA, kampanyekan hal-hal positif dan juga politik asal ngomong yang berdampak negatif dan politik menghalalkan segala cara," tandas Karding dikonfimasi terpisah.
Ketua DPP PKB itu menganggap, pernyataan Jokowi tidak datang secara spontan dan pasti ada sebabnya. Sehingga, ujung dari pernyataan Jokowi adalah mengistilahkan dengan politikus sontoloyo.
Menurut Karding, ucapan Jokowi itu sebagai peringatan sekaligus sindiran. Namun Karding menilai, semua pihak sudah tahu siapa yang menjadi subyek sindiran mantan Wali Kota Solo tersebut.
"Jadi silakan meraba dan merasa sendiri, Anda politisi sontoloyo apa bukan," tukasnya.
"Kalau orang santun seperti Pak Presiden sudah bicara agak keras, itu pasti karena beliau sudah mulai muak nih dengan oknum-oknum yang tidak dapat membedakan mana kepentingan rakyat yang harus didukung bersama dan mana yang harus dikritisi," ujar Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf, Irma Suryani Chaniago saat dikonfirmasi, Rabu (24/10/2018).
Irma menganggap, selama ini Presiden Jokowi hanya diam saat dihujat dan difitnah dengan informasi yang hoaks. Menurutnya, saat Jokowi terus menerus diam dianggap oleh sebagian pihak tidak tegas sehingga hujatan dan cacian semakin menjadi-jadi.
Karenanya, istilah politikus sontoloyo yang diucapkan capres bernomor urut 01 itu untuk mengingatkan tanggung jawab elite politik agar sadar akan tugasnya. "Jangan semua pihak dicurigai lah. Curiga dipolitisasi, curiga kalau nanti dana kelurahan tidak bermanfaat. Sebagai partai oposisi silakan kawal dan kontrol, jangan malah menghalangi program pro rakyat dong," ucap Politikus Partai Nasdem itu.
Sementara itu, Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding menganggap politikus sontoloyo yang diucapkan Jokowi merupakan rangkaian pesan-pesan yang disampaikan selama ini untuk mengingatkan perilaku elite politik yang cenderung mengalami dekadensi.
"Beberapa pernyataan yang saya kira berhubungan antara lain, akhiri politik kebohongan, jangan hanya turun kalau mau pemilu atau pilpres, politik yang mengedukasi, akhiri politik SARA, kampanyekan hal-hal positif dan juga politik asal ngomong yang berdampak negatif dan politik menghalalkan segala cara," tandas Karding dikonfimasi terpisah.
Ketua DPP PKB itu menganggap, pernyataan Jokowi tidak datang secara spontan dan pasti ada sebabnya. Sehingga, ujung dari pernyataan Jokowi adalah mengistilahkan dengan politikus sontoloyo.
Menurut Karding, ucapan Jokowi itu sebagai peringatan sekaligus sindiran. Namun Karding menilai, semua pihak sudah tahu siapa yang menjadi subyek sindiran mantan Wali Kota Solo tersebut.
"Jadi silakan meraba dan merasa sendiri, Anda politisi sontoloyo apa bukan," tukasnya.
(kri)