Respons Tim Jokowi-Ma'ruf Soal Prabowo Akan Jemput Habib Rizieq
Selasa, 23 Oktober 2018 - 17:10 WIB
Respons Tim Jokowi-Ma'ruf Soal Prabowo Akan Jemput Habib Rizieq
A
A
A
JAKARTA - Kepulangan Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab ke tanah air yang belum jelas, muncul kabar terbaru bahwa Capres Prabowo Subianto akan menjemput langsung Habib Rizieq. Hal tersebut diungkapkan oleh Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga S Uno, Ferdinand Hutahaean.
Terhadap hal ini, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-KH. Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga menganggap sederhana merespons informasi itu yakni bahwa pemerintah tidak pernah mengusir Habib Rizieq, justeru yang bersangkutan pergi sendiri.
Menurut politikus Partai Perindo itu, pemerintah tak pernah melarang Habib Rizieq pulang ke Indonesia, silakan saja jika Ketua Dewan Pembina 212 itu mau pulang ke tanah air.
"Jadi enggak pernah ada ngusir, ngusir enggak pernah, menolak enggak pernah. Kalau mau datang, datang aja enggak perlu jemput. Datang aja, diterima kok di Indonesia. Nggak ada masalah," ujar Arya di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta, Selasa (23/10/2018).
Respons yang sama juga disampaikan Jubir TKN, Irma Suryani Chaniago terkait rencana Prabowo yang ingin menjemput langsung Habib Rizieq. Irma menyebut pemerintah tak pernah meminta Rizieq pergi, hal tersebut bisa dikonformasi kepada yang bersangkutan.
Politikus Partai Basdem itu mengaku kepulangan Habib Rizieq tak akan berpengaruh terhadap elektabilitas Jokowi-Ma'ruf. Sebab, masyarakat disebutnya sudah cerdas siapa yang benar dan siapa yang salah.
"Artinya menurut saya sih ya silakan-silakan saja (pulang), lebih bagus kalau bisa ya diproses secara benar normal lah," ucap Irma di lokasi yang sama.
Irma juga mengaku tak khawatir karena kedekatan 212 dengan Prabowo akan menggerus suara umat. Dia menganggap, kepercayaan itu didapat dari kinerja dan prestasi yang sudah diberikan pemerintahan Jokowi untuk masyarakat.
"Kami kerja untuk Indonesia, dan Indonesia harus lebih baik dari hari ini sehingga kami optimis, kita enggak nakut-nakutin rakyat kalau Indonesia ini 20 tahun lagi hancur, enggak begitu cara seorang negarawan. Negarawan harus punya optimisme," tambah dia.
Terhadap hal ini, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-KH. Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga menganggap sederhana merespons informasi itu yakni bahwa pemerintah tidak pernah mengusir Habib Rizieq, justeru yang bersangkutan pergi sendiri.
Menurut politikus Partai Perindo itu, pemerintah tak pernah melarang Habib Rizieq pulang ke Indonesia, silakan saja jika Ketua Dewan Pembina 212 itu mau pulang ke tanah air.
"Jadi enggak pernah ada ngusir, ngusir enggak pernah, menolak enggak pernah. Kalau mau datang, datang aja enggak perlu jemput. Datang aja, diterima kok di Indonesia. Nggak ada masalah," ujar Arya di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta, Selasa (23/10/2018).
Respons yang sama juga disampaikan Jubir TKN, Irma Suryani Chaniago terkait rencana Prabowo yang ingin menjemput langsung Habib Rizieq. Irma menyebut pemerintah tak pernah meminta Rizieq pergi, hal tersebut bisa dikonformasi kepada yang bersangkutan.
Politikus Partai Basdem itu mengaku kepulangan Habib Rizieq tak akan berpengaruh terhadap elektabilitas Jokowi-Ma'ruf. Sebab, masyarakat disebutnya sudah cerdas siapa yang benar dan siapa yang salah.
"Artinya menurut saya sih ya silakan-silakan saja (pulang), lebih bagus kalau bisa ya diproses secara benar normal lah," ucap Irma di lokasi yang sama.
Irma juga mengaku tak khawatir karena kedekatan 212 dengan Prabowo akan menggerus suara umat. Dia menganggap, kepercayaan itu didapat dari kinerja dan prestasi yang sudah diberikan pemerintahan Jokowi untuk masyarakat.
"Kami kerja untuk Indonesia, dan Indonesia harus lebih baik dari hari ini sehingga kami optimis, kita enggak nakut-nakutin rakyat kalau Indonesia ini 20 tahun lagi hancur, enggak begitu cara seorang negarawan. Negarawan harus punya optimisme," tambah dia.
(maf)