Pengamat: Dana Kelurahan Mengarah pada Elektabilitas Jokowi

Senin, 22 Oktober 2018 - 16:03 WIB
Pengamat: Dana Kelurahan...
Pengamat: Dana Kelurahan Mengarah pada Elektabilitas Jokowi
A A A
JAKARTA - Presiden Jokowi menyatakan pemerintah akan mencairkan dana kelurahan untuk 2019 guna pemerataan pembangunan. Program tersebut dipertanyakan lantaran baru muncul ketika masa kampanye Pemilihan Presiden 2019.

Menanggapi itu, pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno menganggap wajar melihat kubu oposisi sangat reaktif dengan rencana Jokowi tersebut.

Adi pun lalu menyoroti korelasi antara rencana Jokowi soal dana kelurahan dengan isu-isu yang berkembang, dan dia menganggap semua tertuju kepada satu hal yaitu elektabilitas Jokowi.

"Pak Jokowi dan koalisinya tengah risau. Sejumlah isu yang dekat dengan masyarakat menghantam citra Jokowi dalam dua bulan terakhir. Di antaranya, pelemahan rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat dan wacana kenaikan bahan bakar minyak (BBM)," kata Adi saat dihubungi SINDOnews.com, Senin (22/10/2018).

Adi menganggap lazim jika Jokowi beserta koalisi cemas atas kemungkinan elektabilitasnya menurun usai kondisi Rupiah terus melemah dan wacana premium dinaikkan. Terlebih, kata Adi, angka-angka dalam survei elektabilitas sangat dinamis.

"Survei elektabilitas Jokowi termutakhir berada di sekitar angka 50 persen. Angka yang cukup bisa membuat seorang kontestan pilpres bertepuk dada. Akan tetapi, semua survei itu dilakukan sebelum rupiah menyentuh angka Rp15 ribu per dolar AS dan sebelum pemerintah menaikkan harga BBM nonsubsidi dan menunda kenaikan premium.

Adi meyakini tren positif elektabilitas Jokowi tersebut mengalami perubahan setelah isu yang berkembang belakangan.

"Jadi, akan berbeda hasilnya jika survei dilakukan saat ini atau setelah isu-isu itu berkembang. Apalagi oposisi turut menyerang bertubi-tubi," ujarnya.

Namun, kata Adi, Jokowi tidak akan menuai simpati publik jika terlalu lama mencairkan dana kelurahan. Apalagi pemungutan suara Pilpres 2019 pada April 2019 mendatang.

"Segala proses administrasi dan penganggaran mesti dilakukan selekas mungkin apabila mendambakan banyak perolehan suara di TPS," tuturnya.
(pur)
Berita Terkait
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Survei Indikator Politik:...
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi-Maruf Cenderung ke Ganjar Pranowo
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: Mayoritas Pemilih Jokowi di Pilpres 2019 Dukung Ganjar-Mahfud
PAN Ungkap Pernah Diveto...
PAN Ungkap Pernah Diveto Amien Rais Ketika Ingin Gabung Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019
KAMI Tak Ambil Pusing...
KAMI Tak Ambil Pusing Dengar Nyinyiran Pendukung Pemerintah
Berita Terkini
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
Pigai Usul Jabatan Utama...
Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Pakar Hukum: Bisa Timbulkan Persoalan
Wali Kota Agustina Bawa...
Wali Kota Agustina Bawa Inovasi Semarang ke Panggung Nasional, Tawarkan Solusi Ketahanan Pangan Kota Masa Depan
Sari Yuliati Terpilih...
Sari Yuliati Terpilih sebagai Ketum PPK Kosgoro 1957 Periode 2026-2031
Prabowo Berulang Kali...
Prabowo Berulang Kali Ingatkan Jajarannya, Tugas Berat adalah Melawan Korupsi
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved