Budiman Sebut Kritik Sandi Soal Dana Kelurahan Tidak Gentle dan Fair

Senin, 22 Oktober 2018 - 14:16 WIB
Budiman Sebut Kritik...
Budiman Sebut Kritik Sandi Soal Dana Kelurahan Tidak Gentle dan Fair
A A A
JAKARTA - Influencer Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, Budiman Sudjatmiko menganggap presiden, kepala daerah hingga anggota DPR merupakan jabatan politik. Sehingga, kebijakan yang keluar akan dikaitkan dengan politik dan dukungan politik.

"Dan butuh keputusan politik untuk melahirkan dana desa dan kelurahan," ujar Budiman di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta, Senin (22/10/2018). (Baca juga: Respons Sandi Soal Wacana Jokowi Program Dana Per Kelurahan)

Budiman mengibaratkan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah seperti persaingan dalam perusahaan. Di mana perusahaan yang satu lebih kreatif sehingga meraih keuntungan, sementara kebijakan yang lainnya tidak sehingga minim keuntungan dan prestasi.

Sementara perusahaan yang kalah bersaing malah justru menuding-nuding yang negatif, padahal sama-sama mencari keuntungan. Karenanya, keuntungan boleh diraih asalkan jangan merugikan banyak orang.

"Kalau nyari keuntungan politiknya dengan merusak kecerdasan orang, menyebar hoaks boleh dikritik. Melahirkan pahlawan palsu karena kekurangan pahlawan, kekurangan masa lalu, masa depan, akhirnya bersikap masa bodoh terhadap nasib bangsa, terhadap kecerdasan dan kewarasan bangsa," jelasnya.

Politikus PDIP ini menyoroti bahwa apa yang disampaikan Cawapres Sandiaga S Uno yang menyebut pengucuran dana kelurahan yang akan dilakukan Presiden Jokowi pada 2019 bak udang di balik batu. Menurutnya, Sandi tak memahami apa yang dirasakan masyarakat kelurahan.

Budiman menambahkan, kebijakan tersebut bentuk kehadiran pemerintah dalam memajukan kesejahteraa umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa tapi malah dikritik oleh Sandi. "Jadi menurut saya apa yang disampaikan Pak Sandi tidak gentle, tidak fair. Menggelikan bagi saya," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Prabowo-Sandi Jadi Menteri...
Prabowo-Sandi Jadi Menteri Jokowi, Memenya Bikin Ngakak
Soal Reshuffle Kabinet,...
Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat: Jokowi Menang 2-0 Atas Prabowo-Sandi
Survei Indikator Politik:...
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi-Maruf Cenderung ke Ganjar Pranowo
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Mau Gabung Kabinet Jokowi: Saya Tidak Ingin Bangsa Ini Pecah
Prabowo - Sandi Jadi...
Prabowo - Sandi Jadi Menteri Jokowi, Cholil Nafis: Bisa Jadi Tradisi
Berita Terkini
Edukasi Holistik Nikotin...
Edukasi Holistik Nikotin Ungkap Fakta Ini
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
KPK Tahan 2 Tersangka...
KPK Tahan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji
HUT ke-80, SPS: Fondasi...
HUT ke-80, SPS: Fondasi Pers Nasional Terletak pada Integritas, Profesionalisme, dan Kepentingan Publik
Delegasi Indonesia Soroti...
Delegasi Indonesia Soroti Kerja Paksa Myanmar dan Krisis Rohingya di Sidang ILO Jenewa
Demi Framing, Pengamat...
Demi Framing, Pengamat Menilai Jusuf Hamka Catut Nama Mbak Tutut dan TPI ke Polemik CMNP dengan MNC Asia
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved