Jokowi Minta Santri Tidak Jadi Generasi Gagal Paham

Minggu, 21 Oktober 2018 - 01:10 WIB
Jokowi Minta Santri...
Jokowi Minta Santri Tidak Jadi Generasi Gagal Paham
A A A
SEMARANG - Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al Itqon Kelurahan Tlogosari Wetan, Semarang, Jawa Tengah mendapat sambutan antusias ribuan santri. Selain berpesan menjaga kerukunan dan persatuan, santri juga diminta tak mudah gagal paham.

Mantan Wali Kota Solo itu menceritakan tentang kontroversi pembukaan Asian Games 2018 beberapa waktu lalu. Pasalnya, atraksi Presiden Jokowi memakai pemeran pengganti atau stuntman dalam beberapa adegan mengendarai motor gede mendapat sorotan lawan politik.

“Waktu saya naik motor, pada seneng ya saya naik motor ya?” ujar Jokowi yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan ribuan santri, Sabtu (20/10/2018).

“Tapi ini stuntman, pemeran pengganti, bukan saya. Itu saja banyak yang ramai kan? Itu pemeran pengganti. Masa presiden pakai pemeran pengganti? Lha masa presiden suruh lompat kaya gitu, ada-ada saja. Ya mesti pemeran pengganti lah, wong namanya ini hiburan dan pertunjukan untuk pembukaan Asian Games,” beber Jokowi kepada para santri.

Untuk itu santri dan santriwati juga harus cerdas dalam menyikapi informasi yang beredar di masyarakat termasuk media sosial. Apalagi, dalam ajaran Islam terdapat tabayun atau konfirmasi dan klarifikasi sehingga tak mudah terprovokasi kabar yang belum bisa dipertanggungjawabkan.

Meski demikian, Jokowi menilai perhelatan Asian Games dan Asian Para Games menjadikan Bangsa Indonesia menunjukkan jati dirinya. Berkat kerja keras seluruh elemen bangsa dua perhelatan olahraga bergengsi tingkat internasional itu bisa berjalan lancar, dan Indonesia meraih prestasi gemilang.

“Kemarin waktu Asian Games, Asian Para Games semua pesimis kalau kita tidak bisa masuk lima besar, tapi alhamdulillah berkat kerja keras semuanya kita bisa ranking 4 untuk Asian Games, dan peringkat 5 Asian Para Games,” terangnya.

Dia menyampaikan, saat laga sejumlah cabang olahraga semua rakyat memberi dukungan tanpa melihat latar belakang sang atlet yang tengah berjuang mengharumkan nama bangsa. Mestinya semangat tersebut terus dibawa agar Indonesia tetap menjadi bangsa yang besar.

“Coba kita lihat waktu badminton, apa ada yang lihat itu agamanya apa, sukunya apa? Itu kan enggak ada. Hanya untuk satu yaitu Merah Putih, Indonesia Raya, negara kita tercinta. Waktu silat enggak ada yang menanyakan itu pesilat dari daerah mana, dari suku mana? Enggak ada. Inilah yang dibutuhkan negara ini sebuah persatuan yang kuat, kerukunan yang kuat,” tegas Jokowi.
(kri)
Berita Terkait
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Survei Indikator Politik:...
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi-Maruf Cenderung ke Ganjar Pranowo
Maruf Amin Harap Kepemimpinannya...
Ma'ruf Amin Harap Kepemimpinannya dengan Jokowi Berakhir Husnulkhatimah
Pilpres 2024, Perindo...
Pilpres 2024, Perindo Jamin Lanjutkan Gagasan Jokowi-Ma'ruf Amin
Erick Thohir Dinilai...
Erick Thohir Dinilai Tokoh Muda Berpengaruh dalam Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin
Jejak Reshuffle Kabinet...
Jejak Reshuffle Kabinet Era Jokowi-Ma'ruf Amin
Berita Terkini
Fuad Hasan Absen karena...
Fuad Hasan Absen karena Kondisi Kesehatan, KPK Minta Bukti
Prabowo Ungkap Indonesia...
Prabowo Ungkap Indonesia Ingin Perluas Peluang WNI Kerja di Jerman
Tanggapi Aksi Mahasiswa,...
Tanggapi Aksi Mahasiswa, Eksponen 98 Nilai Pemerintah Sedang Jalankan Amanat Reformasi
Bos Maktour Mengaku...
Bos Maktour Mengaku Kelelahan, Kembali Absen dari Pemeriksaan KPK
Jokowi Bakal Masuk PSI,...
Jokowi Bakal Masuk PSI, Deddy Sitorus PDIP: Terus Terang Kami Tidak Takut
Bertemu Prabowo, Presiden...
Bertemu Prabowo, Presiden Jerman Singgung Deklarasi Jakarta Tahun 2012
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved