Delegasi CALD Sebut PDIP Partai Tua yang Peduli Milenial
Kamis, 18 Oktober 2018 - 12:50 WIB
Delegasi CALD Sebut PDIP Partai Tua yang Peduli Milenial
A
A
A
JAKARTA - Delegasi muda Council of Asian Liberals and Democrats (CALD) berkunjung ke Kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), di Menteng, Jakarta, Kamis (18/10/2018).
Organisasi regional partai politik berhaluan liberal dan demokrat di Asia ini mengapresiasi PDIP yang memberikan kesempatan dan harapan kepada kalangan milenial.
Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan, Presiden pertama Indonesia, Soekarno ebagai pendiri bangsa sekaligus pendiri PDIP sejak awal memberikan ruang penuh kepada generasi muda untuk ambil bagian dalam perpolitikan bangsa.
Sikap tegas Bung Karno sebagaimana termaktub dalam pidatonya yang menyebut seribu orang tua hanya bisa bermimpi, namun seorang anak muda bisa merubah dunia.
Karena itulah PDIP selalu konsisten menyiapkan kader muda partai, membangun anak muda Indonesia menjadi kekuatan potensial negara.
"Ketua Umum kami, Ibu Megawati selalu konsisten mendorong orang-orang muda untuk menjadi calon pemimpin, baik dalam menjalankan tugas partai, maupun untuk negara," kata Hasto di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (18/10/2018).
Tidak ayal, kata Hasto, dari hasil riset sejumlah lembaga survei yang mengkontekstualiasasikan dalam kehidupan kemasyarakatan, PDIP dikategorikan sebagai parpol paling disukai kalangan milenial. PDIP mendapat 23,9 persen suara, sementara parpol yang di urutan kedua memperoleh 11,2 persen suara.
Menurut dia, muncul sebuah pertanyaan bagaimana PDIP yang dikenal sebagai partai tua namun, bisa disukai kalangan milenial. Hasto menjelaskan, karakter milenial adalah inovasi dan kreativitas.
Oleh karena itu, kata dia, PDIP mewujudkannya lewat membangun lingkungan yang progresif inovatif.
"Progresif inovatif itu adalah karakter utama PDIP. Kami selalu berinovasi untuk memastikan partai kami bisa beradaptasi dengan tantangan baru," tandasnya.
Selain itu, lanjut Hasto, PDIP secara keorganisasian telah mendapatkan Sertifikasi IS0 9001. PDIP juga membangun sistem organisasi digital. Wujudnya dari penerimaan kader secara digital, psikotes digital, metode pembayaran digital, hingga membangun big data kader, simpatisan, hingga jejaring influencer.
Hal itu masih ditambah lagi dengan kekuatan kader-kader muda partai yang berhasil didudukkan menjadi pemimpin nasional maupun daerah. Sosok seperti Jokowi, Ganjar Pranowo, Tri Rismaharini, dan lain-lain.
"Kami percaya, kepemimpinan muda yang kami bangun di partai, dan menjadi pemimpin nasional maupun daerah ini, berkontribusi banyak bagi popularitas PDIP di kalangan milenial. Anak-anak milenial ini suka gaya PDIP yang inovatif dan kreatif," beber Hasto.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal CALD, Khun Kiat Sittheeamon menyampaikan pujiannya terhadap Megawati Soekarnoputri dan Hasto Kristiyanto karena dianggap telah berhasil membangun partai modern.
"PDIP memang partai tertua. Tapi tampaknya, bagi saya, anda membangun partai ini untuk kaum milenial. Saya berani katakan, jika anda ingin melihat bagaiamana manajemen parpol yang bagus, datanglah kemari, ke PDIP," kata Kiat.
Kiat mengatakan, sebagai orang yang hidup dalam sebuah organisasi partai politik di Thailand, dirinya merasa paham benar bagaimana sulitnya membangun kesadaran generasi muda untuk mengisi ruang-ruang politik. Namun dia melihat PDIP sebagai partai yang impresif mengembangkan hal tersebut.
"Kami memberi selamat kepada PDIP karena telah melakukan pekerjaan fantastis ini. Bagi saya, PDIP adalah contoh progresif dan inovatifnya partai politik. Kami yakin PDIP adalah parpol paling modern di Indonesia saat ini," ujar Kiat.
Kiat mengaku akan membawa hasil pembelajarannya dari kunjungan ke PDIP, untuk diimplementasikan di parpolnya sendiri.
"Saya kagum dengan cara-cara anda membangun ideologi dan kedekatan. Lewat lagu dan budaya. Saya akan kembali dan menggunakan lagu untuk membangun ikatan ideologi diantara kami," ujarnya.
CALD adalah jaringan partai politik di Asia yang bersama-sama membangun forum bersama untuk berdiskusi dan bertukar pikiran secara dinamis demi memajukan demokrasi, HAM, dan supremasi hukum.
Dibentuk tahun 1993, CALD beranggotakan anggota partai politik, di antaranta dari Korea Selatan, Thailand, Taiwan, Filipina, Sri Langka, Singapura, Malaysia, dan Indonesia. (Rakhmat)
Organisasi regional partai politik berhaluan liberal dan demokrat di Asia ini mengapresiasi PDIP yang memberikan kesempatan dan harapan kepada kalangan milenial.
Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan, Presiden pertama Indonesia, Soekarno ebagai pendiri bangsa sekaligus pendiri PDIP sejak awal memberikan ruang penuh kepada generasi muda untuk ambil bagian dalam perpolitikan bangsa.
Sikap tegas Bung Karno sebagaimana termaktub dalam pidatonya yang menyebut seribu orang tua hanya bisa bermimpi, namun seorang anak muda bisa merubah dunia.
Karena itulah PDIP selalu konsisten menyiapkan kader muda partai, membangun anak muda Indonesia menjadi kekuatan potensial negara.
"Ketua Umum kami, Ibu Megawati selalu konsisten mendorong orang-orang muda untuk menjadi calon pemimpin, baik dalam menjalankan tugas partai, maupun untuk negara," kata Hasto di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (18/10/2018).
Tidak ayal, kata Hasto, dari hasil riset sejumlah lembaga survei yang mengkontekstualiasasikan dalam kehidupan kemasyarakatan, PDIP dikategorikan sebagai parpol paling disukai kalangan milenial. PDIP mendapat 23,9 persen suara, sementara parpol yang di urutan kedua memperoleh 11,2 persen suara.
Menurut dia, muncul sebuah pertanyaan bagaimana PDIP yang dikenal sebagai partai tua namun, bisa disukai kalangan milenial. Hasto menjelaskan, karakter milenial adalah inovasi dan kreativitas.
Oleh karena itu, kata dia, PDIP mewujudkannya lewat membangun lingkungan yang progresif inovatif.
"Progresif inovatif itu adalah karakter utama PDIP. Kami selalu berinovasi untuk memastikan partai kami bisa beradaptasi dengan tantangan baru," tandasnya.
Selain itu, lanjut Hasto, PDIP secara keorganisasian telah mendapatkan Sertifikasi IS0 9001. PDIP juga membangun sistem organisasi digital. Wujudnya dari penerimaan kader secara digital, psikotes digital, metode pembayaran digital, hingga membangun big data kader, simpatisan, hingga jejaring influencer.
Hal itu masih ditambah lagi dengan kekuatan kader-kader muda partai yang berhasil didudukkan menjadi pemimpin nasional maupun daerah. Sosok seperti Jokowi, Ganjar Pranowo, Tri Rismaharini, dan lain-lain.
"Kami percaya, kepemimpinan muda yang kami bangun di partai, dan menjadi pemimpin nasional maupun daerah ini, berkontribusi banyak bagi popularitas PDIP di kalangan milenial. Anak-anak milenial ini suka gaya PDIP yang inovatif dan kreatif," beber Hasto.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal CALD, Khun Kiat Sittheeamon menyampaikan pujiannya terhadap Megawati Soekarnoputri dan Hasto Kristiyanto karena dianggap telah berhasil membangun partai modern.
"PDIP memang partai tertua. Tapi tampaknya, bagi saya, anda membangun partai ini untuk kaum milenial. Saya berani katakan, jika anda ingin melihat bagaiamana manajemen parpol yang bagus, datanglah kemari, ke PDIP," kata Kiat.
Kiat mengatakan, sebagai orang yang hidup dalam sebuah organisasi partai politik di Thailand, dirinya merasa paham benar bagaimana sulitnya membangun kesadaran generasi muda untuk mengisi ruang-ruang politik. Namun dia melihat PDIP sebagai partai yang impresif mengembangkan hal tersebut.
"Kami memberi selamat kepada PDIP karena telah melakukan pekerjaan fantastis ini. Bagi saya, PDIP adalah contoh progresif dan inovatifnya partai politik. Kami yakin PDIP adalah parpol paling modern di Indonesia saat ini," ujar Kiat.
Kiat mengaku akan membawa hasil pembelajarannya dari kunjungan ke PDIP, untuk diimplementasikan di parpolnya sendiri.
"Saya kagum dengan cara-cara anda membangun ideologi dan kedekatan. Lewat lagu dan budaya. Saya akan kembali dan menggunakan lagu untuk membangun ikatan ideologi diantara kami," ujarnya.
CALD adalah jaringan partai politik di Asia yang bersama-sama membangun forum bersama untuk berdiskusi dan bertukar pikiran secara dinamis demi memajukan demokrasi, HAM, dan supremasi hukum.
Dibentuk tahun 1993, CALD beranggotakan anggota partai politik, di antaranta dari Korea Selatan, Thailand, Taiwan, Filipina, Sri Langka, Singapura, Malaysia, dan Indonesia. (Rakhmat)
(dam)