TKN Sebut Kesalahan Pemerintah Jokowi Terus Dicari-cari

Sabtu, 13 Oktober 2018 - 15:02 WIB
TKN Sebut Kesalahan...
TKN Sebut Kesalahan Pemerintah Jokowi Terus Dicari-cari
A A A
JAKARTA - Sejumlah Anggota Badan Pemenangan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno beberapa kali mengkritik sistem koordinasi yang dilakukan oleh pemerintah. Sebelumnya, sistem koordinasi pemerintah dipersoalkan oposisi menanggapi polemik Dirut Bulog dengan Menteri Perdagangan.

Setelahnya, soal koordinasi ini juga tak luput dari sasaran kritik kubu Prabowo-Sandi menyikapi kenaikan harga BBM jenis Premium yang kemudian dibatalkan kembali oleh pemerintah.

Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Razman Arif Nasution pun bersikap mengenai hal tersebut.

"Mana (kebijakan pemerintah) yang tidak dicari (kesalahannya), semua dicari-cari. Ratna Sarumpaet itu kalau misalnya tidak cepat mengaku itu akan digiring bagai bola salju," kata Razman usai diskusi Polemik MNC Trijaya FM, Cikini, Jakarta, Sabtu (13/10/2018).

"Seolah olah ini ada penculikan kepada seorang ibu-ibu umur 70 tahun tapi faktanya terbuka sekarang," tambah Politikus PKB itu.

Anehnya, sambung Razman, sejumlah elit pendukung kubu Prabowo-Sandi menuding tim pendukung Jokowi-Ma'ruf mempolitisasi kasus Ratna Sarumpaet. Sementara dugaan politiasasi sudah dilakukan kubu Prabowo-Sandi dengan ikut menyampaikan kebohongan Ratna kepada publik melalui pribadi maupun konferensi pers.

Kembali ke masalah koordinasi yang dilakukan pemerintah, Razman meyakini koordinasi antar instansi sudah berjalan baik dan maksimal. Menurutnya, sistem koordinasi yang dilakukan pemerintah Jokowi jauh lebih baik jika dibandingkan dengan koordinasi pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama dua periode berkuasa.

"Dulu anda ingat masa SBY menteri kabinetnya sering berbeda kok contohnya dulu pada sekretaris kabinet dengan mensesneg banyak masalah. Jadi yang saya mau tanya jadi apa sebenarnya prestasi yang dilakukan oleh Pak SBY selama 10 tahun enggak jelas, saya enggak tahu. Tapi Pak Jokowi ada faktanya, uang itu digunakan untuk ini, ini dan ini," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Survei Indikator Politik:...
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi-Maruf Cenderung ke Ganjar Pranowo
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Pilpres 2024, Perindo...
Pilpres 2024, Perindo Jamin Lanjutkan Gagasan Jokowi-Ma'ruf Amin
Maruf Amin Harap Kepemimpinannya...
Ma'ruf Amin Harap Kepemimpinannya dengan Jokowi Berakhir Husnulkhatimah
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Mau Gabung Kabinet Jokowi: Saya Tidak Ingin Bangsa Ini Pecah
Buruh Puji Kabinet Jokowi...
Buruh Puji Kabinet Jokowi Tak Terpengaruh Kasak-kusuk Pilpres 2024
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
9 Poin Penegasan Rektor...
9 Poin Penegasan Rektor UGM terkait Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved