Prabowo Subianto Puji Produk Ekonomi Umat Buatan LDII

Jum'at, 12 Oktober 2018 - 00:37 WIB
Prabowo Subianto Puji...
Prabowo Subianto Puji Produk Ekonomi Umat Buatan LDII
A A A
JAKARTA - Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto memuji produk ekonomi umat. Pujiannya itu disampaikannya saat menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Tahun 2018 di Pondok Pesantren (Ponpes) Minhajurrosyidin, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis (11/10/2018).

Tiba di lokasi, Prabowo Subianto langsung diajak untuk melihat pameran atau Expo Produk UMKM Umat dari para anggota LDII se-Indonesia. Ketua Umum Partai Gerindra itu juga langsung disuguhkan mencicipi hasil olahan kopi, teh, jahe, dan singkong dari produk olahan produk UMKM LDII se-Indonesia.

"Kopinya enak sekali ini kopi apa?" ujar Prabowo sambil memegang secangkir kopi yang didampingi oleh Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo serta mantan Ketua DPR Marzuki Ali.

"Kopi Kendari pak, ini olahan dari biji kopi asli Indonesia," kata salah seorang pengelola produk UMKM LDII menjawab pertanyaan Prabowo Subianto itu.

Usai mencicipi produk UMKM LDII, Prabowo langsung diminta untuk memasuki area Rakernas LDII. Di area Rakernas, Prabowo juga langsung disambut oleh para pasukan pencak silat yang merupakan para santri Ponpes Minhajurrosyidin.

Dalam sambutannya, Prabowo mengaku sangat terkesan dengan program yang dimiliki oleh salah satu organisasi Islam di Indonesia yakni LDII dalam mengembangkan produk-produk UMKM untuk menjawab permasalahan bangsa dari kondisi ekonomi yang dihadapi oleh negara Indonesia saat ini.

"Saya sangat terkesan dan berbesar hati, karena ada organisasi besar keagamaan tetapi punya program-program punya temuan-temuan dan kegiatan yang sebenarnya menjawab masalah dan tantangan bangsa kita," kata Prabowo.

Dirinya menuturkan, sudah seharusnya bangsa Indonesia bangga atas kekayaan alam yang dimiliki. Pasalnya, seluruh hasil kekayaan alam dan pertanian dapat diolah menjadi sebuah produk yang dapat meningkatkan penghasilan ekonomi masyarakat.

Maka itu, dia menegaskan bahwa sudah seharusnya pemerintah dan seluruh bangsa Indonesia menjaga dan merawat serta mengelola dengan baik kekayaan alam yang dimiliki untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia.

"Kita harus bangga atas apa yang kita miliki, tanah kita kita kaya raya kita memiliki kopi, teh yang enak. Kita juga memiliki tanaman untuk obat-obat herbal. Kita harus bangga. Tanah Air yang kita miliki harus kita kelola dengan baik demi kemakmuran rakyat Indonesia," kata Mantan Danjen Kopassus itu.

Dalam acara tersebut, Prabowo juga diberikan kenang-kenangan berupa cenderamata dan buku pedoman ibadah LDII jilid I dan II. Buku itu langsung diberikan oleh Ketua Umum LDII KH Abdullah Syam.
(kri)
Berita Terkait
Soal Reshuffle Kabinet,...
Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat: Jokowi Menang 2-0 Atas Prabowo-Sandi
Sandi Masuk Kabinet,...
Sandi Masuk Kabinet, Jokowi Resmi Rangkul Sepasang Lawan di Pilpres 2019
Sandiaga Uno Berikan...
Sandiaga Uno Berikan Buku Perjalanan Pilpres 2019 ke Prabowo
Eks Relawan Prabowo-Sandi...
Eks Relawan Prabowo-Sandi Dukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024
Prabowo-Sandi atau Anies-Sandi,...
Prabowo-Sandi atau Anies-Sandi, Mana Lebih Disuka Pemilih Muslim?
Survei: 62,2% Pendukung...
Survei: 62,2% Pendukung di 2019 Tetap Loyal Pilih Prabowo di Pilpres 2024
Berita Terkini
Seleksi Hakim Agung...
Seleksi Hakim Agung 2026 Berlanjut, 36 Kandidat Jalani Penelusuran Rekam Jejak
Roy Suryo Sentil Rismon...
Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
Presiden Prabowo Fokus...
Presiden Prabowo Fokus pada Kebutuhan Dasar Rakyat dan Kesejahteraan Masyarakat
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved