Festival HAM Digelar di Wonosobo pada 13-15 November

Rabu, 03 Oktober 2018 - 19:14 WIB
Festival HAM Digelar...
Festival HAM Digelar di Wonosobo pada 13-15 November
A A A
JAKARTA - Festival Hak Asasi Manusia (HAM) ke-5 Tahun 2018 akan digelar di Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah.Mengangkat tema Merawat Keragaman, Memupuk Solidaritas Menuju Indonesia yang Inklusif dan Berkeadilan, acara ini akan digelar pada 13-15 November mendatang.
Keputusan penyelenggaraan di Kabupaten Wonosobo ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman dalam rangka penyelenggaraan Festival HAM 2018 di kantor Komnas HAM, Jakarta, Rabu (3/10/2018).

Penandatanganan dilakukan oleh lima pimpinan lembaga, yakni Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik, Kepala Staf Kepresidenan Jendral Purnawirawan Moeldoko, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Wonosobo Eko Purnomo, dan Direktur Eksekutif International NGO Forum for Indonesia Development (INFID) Sugeng Bahagijo.

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan, festival HAM yang merupakan rangkaian peringatan Hari HAM ini diselenggarakan guna menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya hak asai manusia.

Kabupaten Wonosobo dipilih karena memiliki peraturan daerah yang secara khusus mengatur tentang HAM sehingga dijuluki sebagai kabupaten ramah HAM.

“Penyelenggaraan ini bertujuan untuk menunjukkan komitmen Indonesia kepada dunia tentang toleransi, kerukunan umat beragama, perlindungan terhadap perempuan, perlindungan terhadap penyandang disabilitas, serta pemenuhan dan perlindungan HAM secara umum,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko menilai kegiatan ini sesuai dengan kebutuhan dan kondisi faktual negeri ini.

Dia menilai festival ini bagus dan dapat ditiru daerah lain, bahkan mungkin sebagai inspirasi di negara lain. Dia menjelaskan saat ini intoleransi sudah mengancam keberagaman, sebab itu ia berharap anak-anak dan pelajar dilibatkan dalam festival tersebut.

"Kalau pengetahuan tentang HAM ini ditanamkan sejak dini, kelak mereka akan mengerti dan lebih berhati-hati jika akan melakukan sesuatu yang berhubungan dengan pihak lain," ujarnya.

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyambut baik ide Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko untuk mengajak anak-anak dan pelajar di Festival HAM ini. Hal ini karena sejatinya anak-anak dan pelajar adalah investasi yang paling bagus untuk masa depan bangsa.

“Nilai-nilai tentang budi pekerti, kepantasan ini harus sejak dini ditanamkan. Ini agar mereka kelak selalu ingat bahwa ada kepantasan-kepantasan yang harus selalu dijaga dalam hubungannya bermasyarakat," katnya.
(dam)
Berita Terkait
Di Depan 194 Negara,...
Di Depan 194 Negara, Menkum Supratman Umumkan Transformasi Digital Layanan Kekayaan Intelektual
Aspek Hukum dan HAM...
Aspek Hukum dan HAM tentang Penahanan
Tak Cukup Doktrin “Memaafkan...
Tak Cukup Doktrin Memaafkan Tapi Tidak Melupakan
Diganjar Penghargaan...
Diganjar Penghargaan Nawacita Awards 2023, Hendropriyono: Bikin Saya seperti Usia 21 Tahun
PBHI Imbau Masyarakat...
PBHI Imbau Masyarakat Tak Mendukung Pelanggar HAM di Pemilu 2024
Desain dan Warna Paspor...
Desain dan Warna Paspor Diubah, Ditjen Imigrasi: Tunggu 17 Agustus
Berita Terkini
TNI Buka Suara soal...
TNI Buka Suara soal Pengamanan Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah, Tegaskan Atas Permintaan Kejaksaan
Jelang Muktamar NU ke-35,...
Jelang Muktamar NU ke-35, KH Zulfa Mustofa Dorong Kebangkitan Tradisi Menulis Kitab
Sidang Dokter Tifa Kembali...
Sidang Dokter Tifa Kembali Digelar Hari Ini, Akankah Jokowi Datang?
Perencanaan Matang dan...
Perencanaan Matang dan Value for Money Kunci Keberhasilan Modernisasi Alutsista
Sekjen Demokrat Buka...
Sekjen Demokrat Buka Suara soal Isu Capres Minimal Diusung 3 Partai: Belum Pernah Dibahas
Aksi Heroik Pilot Marinir...
Aksi Heroik Pilot Marinir yang Gugur Ditembak demi Selamatkan Kopassus Di Timtim
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved