BNPB Ungkap 17 Negara Konkret Bantu Korban Bencana

Rabu, 03 Oktober 2018 - 17:42 WIB
BNPB Ungkap 17 Negara...
BNPB Ungkap 17 Negara Konkret Bantu Korban Bencana
A A A
JAKARTA - Tawaran bantuan dari dunia internasional terus berdatangan kepada pemerintah Indonesia untuk membantu korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Menanggapi hal itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, sampai hari ini ada 29 negara dan 4 organisasi i ternasional yang tawarkan bantuan.

"Saat ini BNPB telah mensortir dari 17 negara mengajukan bantuan secara konkret. Dari 29 negara yang menawarkan, 17 telah menyampaikan dan sudah menyatakan secara tertulis. Kemudian kita pilah apa yang ditawarkan oleh mereka. tetap dalam hal ini 6 kebutuhan utama, yaitu transporasi,tenda, water treatment, genset, rumah sakit lapangan," urai Sutopo di kantor BNPB, Rabu (3/10/2018).

Sutopo menambahkan, dari pihak Kemenkes memberikan masukan kebutuhan akan obat-obatan dan tenaga medis tidak jadi kebutuhan internasional.

"Dari 29, yang disortir ternyata hanya 17 yang menawarkan sesuai dengan kebuthan kita. Ada masukan dari Kemenkes untuk kebutuhan rumah sakit lapangan, tenaga medis, obat-obatan tidak lagi jadi prioritas kebutuhan internasional. Fokusnya transportasi, generator, tenda dan water tratment," tambahnya.

Balikpapan, Kalimantan Timur, lanjut Sutopo menjadi pintu masuk bantuan internasional. Di titik tersebut petugas dari Kemenlu, BNPB dan Keimigrasian bersiap mengawal masuknya bantuan dari negara sahabat.

Petugas tersebut akan melaporkan secara berkala kepada Menkopolhukam selaku Koordinator dari pemerintah pusat untuk mengurus bencana di Sulawesi Tengah.

Bantuan berupa transportasi udara yakni peawat Hercules C 130 di antaranya berasal dari Singapura dua unit, Korea Selatan dua unit, Inggris satu unit, Jepang satu pesawat Hercules dan Helikopter MI17.

"Avtur (bahan bakar pesawat) dapat ditanggung oleh negara pengirim. Artinya harus ditanggung mereka," jelas Sutopo.

Untuk bantuan uang dari Internasional, akan diberikan langsung kepada pemerintah Indonesia yang diwakili BNPB. "Disesuaikan dengan peraturan yang berlaku nomor rekening khusus BNPB jadi dari negara bisa diberikan dalam bentuk uang kemudian kita belanjakan sesuai dengan kebutuhan," tutupnya.
(maf)
Berita Terkait
10 Bencana Alam Paling...
10 Bencana Alam Paling Mematikan pada Tahun 2023
Pemulihan Pascabencana...
Pemulihan Pascabencana Dinilai Perlu Komitmen Semua Pihak
Antisipasi Bencana,...
Antisipasi Bencana, Mujiyat Pimpin Rapat Kesiapsiagaan Bencana
Ribuan Kejadian Bencana...
Ribuan Kejadian Bencana Mengintai, Jabar Kampanyekan Cetak Biru JRCP
Hari Kesiapsiagaaan...
Hari Kesiapsiagaaan Bencana, BNPB Ingatkan Pentingnya Latihan dan Simulasi
Data Terbaru Korban...
Data Terbaru Korban Bencana Sumatera: 1.112 Orang Meninggal, 176 Hilang
Berita Terkini
Polri Gandeng FBI Cek...
Polri Gandeng FBI Cek Dolar yang Disita dari Kasus Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah
Kejagung Tegaskan Febrie...
Kejagung Tegaskan Febrie Adriansyah Tidak ke Luar Negeri
Ketua Komite III DPD...
Ketua Komite III DPD RI Desak Kemenkes Percepat Pengadaan Alat Deteksi HIV pada Bayi
RUU Perampasan Aset,...
RUU Perampasan Aset, Batas Kewenangan Aparat Penegak Hukum Jadi Poin Krusial
KY Gandeng PPATK Telusuri...
KY Gandeng PPATK Telusuri Transaksi Mencurigakan Hakim
Kapolri dan Pejabat...
Kapolri dan Pejabat Utama Polri Sambangi Kejagung, Ada Apa?
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved