Politikus PDIP: Oposisi Tidak Bisa Cuma Modal Nyanyi

Rabu, 19 September 2018 - 19:38 WIB
Politikus PDIP: Oposisi...
Politikus PDIP: Oposisi Tidak Bisa Cuma Modal Nyanyi
A A A
JAKARTA - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Charles Honoris mengkritik sikap oposisi yang dinilainya tidak menunjukkan kualitas dalam menjalankan perannya.

Menurut dia, tidak mudah menjadi oposisi yang mampu menjalankan fungsi menjadi pengawas dan penyeimbang pemerintah.

Untuk mewujudkan demokrasi berkualitas, juga memerlukan oposisi yang berkualitas. “Kualitas oposisi itu ikut menentukan kualitas demokrasi. Jadi, oposisi tidak bisa cuma modal nyanyi,” kata Charles, Rabu (19/9/2018).

Pernyataan Charles menanggapi kicauan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon di Twitter yang bernada sindiran terhadap Presiden Joko Widodo dengan mengubah lirik lagu Potong Bebek Angsa. (Baca juga: Nasdem 'Sentil' Fadli Zon Soal Lagu Potong Bebek Angsa )

Charles membandingkan peran oposisi era Jokowi dengan sikap PDI Perjuangan saat Pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). “Pada 2013, untuk membuktikan bahwa kebijakan SBY menaikkan harga BBM itu salah, PDI Perjuangan sampai merancang APBN-P tandingan,” kata Charles.

Lewat postur APBN-P 2013 tandingan itu, kata Chareles, PDIP membuktikan terdapat sumber-sumber lain dari anggaran negara untuk menutup subsidi, tanpa harus menaikkan harga BBM. “Bahkan dari perhitungan tersebut, PDI Perjuangan sampai merilis harga BBM tandingan,” tuturnya.

Charles mengatakan, apa yang dilakukan PDIP saat itu adalah wujud komitmen Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk menghadirkan oposisi berkualitas demi demokrasi yang juga berkualitas.

“Di awal Pemerintah SBY, kita tahu Ibu Megawati menolak tawaran agar PDI Perjuangan gabung pemerintahan, dan komitmen menjadi partai penyeimbang itu dijalankan dengan baik,” ujarnya.

Menurut Charles, kerja-kerja oposisi berkualitas yang dilakukan PDIP pada 2004-2014 yang kemudian dinilai rakyat dan memenangkan partainya pada Pemilu 2014.

“Kemenangan PDI Perjuangan di 2014 adalah buah dari kerja politik, ideologis, dan berkualitas selama 10 tahun. Tanpa kerja-kerja berkualitas, oposisi Jokowi saat ini jangan mimpi untuk bisa berkuasa di 2019,” ujarnya.
(dam)
Berita Terkait
Bisa Usung Kader Sendiri,...
Bisa Usung Kader Sendiri, PDIP Belum Tertarik Bicara Koalisi 2024
Pilpres 2024, PDIP Siap...
Pilpres 2024, PDIP Siap Hadapi Dua atau Tiga Capres
Bakal Ada Tamu Kejutan...
Bakal Ada Tamu Kejutan di HUT ke-51 PDIP Besok, Siapa?
Soal Pilpres 2024, Bambang...
Soal Pilpres 2024, Bambang Pacul Ibaratkan PDIP Tim Kuat Piala Dunia
Rekam Jejak Suara PDIP...
Rekam Jejak Suara PDIP dari tahun 1999-2019, Pernah Mengalami Penurunan hingga Berhasil Kokoh di Puncak
Aturan Keluarga Satu...
Aturan Keluarga Satu Partai Dinilai Beri Dampak Positif bagi PDIP
Berita Terkini
Hotman Paris Ungkap...
Hotman Paris Ungkap Alasan Bersedia Menjadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Pimpin Panen Raya di...
Pimpin Panen Raya di Malang, Prabowo: Bukti TNI Hadir Perkuat Kemandirian Pangan
Don Ritto Gunakan Rumah...
Don Ritto Gunakan Rumah Febrie Adriansyah di Sentul untuk Operasional Yayasan
Febrie Adriansyah Tidak...
Febrie Adriansyah Tidak Ditahan, Kuasa Hukum: Sudah Mengundurkan Diri, Artinya Kooperatif
Komisi IX DPR Cecar...
Komisi IX DPR Cecar BGN usai Pamer Dapat WTP dari BPK: Jangan-jangan Dibikin-bikin
ICW Soroti Mutasi ASN...
ICW Soroti Mutasi ASN Kementerian PU, Diduga Hanya Jadi Alat Balas Dendam
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved