Tim Jokowi Berharap Kasus Obor Rakyat Tak Terulang di Pilpres 2019
Selasa, 18 September 2018 - 13:26 WIB
Tim Jokowi Berharap Kasus Obor Rakyat Tak Terulang di Pilpres 2019
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto meminta masing-masing tim sukses (Timses) pasangan calon harus belajar dari politik olahraga yang ditunjukan dalam Asian Games.
Sebaliknya Hasto berharap, penggunaan isu-isu yang berpotensi memecah belah dan menimbulkan konflik horisontal seperti munculnya tabloid 'Obor Rakyat' pada pemilu presiden 2014 tidak terjadi lagi pada Pilpres mendatang.
"Sayang sekali sekarang tidak ditemukan itu (otak pelakunya). Padahal Pak Rommy (Ketum PPP) sudah mengakui bagaimana itu dilaksanakan oleh sebuah tim kampanye yang hanya karena ambisi kekuasaannya segala cara dilakukan," ujar Hasto saat membuka FGD di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta, Selasa (18/9/2018).
Menurut Hasto, melalui kegiatan FGD yang dilaksanakan TKN Jokowi-KH. Ma'ruf Amin ini diharapkan seluruh timses paslon akan memahami aturan main mana yang boleh dan mana yang tidak boleh sesuai aturan yang diterapkan KPU dan Bawaslu.
Sekjen DPP PDI Perjuangan ini menganggap aturan jelas diperlukan karena tak jarang sebagai Incumbent kerap dituding pihak-pihak tertentu melakukan pelenggaran pemilu.
"Karena kami ingin menjadikan pemilu ini benar-benar sebagai sebuah upaya yang juga mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana perintah konstitusi," tandasnya.
Sebaliknya Hasto berharap, penggunaan isu-isu yang berpotensi memecah belah dan menimbulkan konflik horisontal seperti munculnya tabloid 'Obor Rakyat' pada pemilu presiden 2014 tidak terjadi lagi pada Pilpres mendatang.
"Sayang sekali sekarang tidak ditemukan itu (otak pelakunya). Padahal Pak Rommy (Ketum PPP) sudah mengakui bagaimana itu dilaksanakan oleh sebuah tim kampanye yang hanya karena ambisi kekuasaannya segala cara dilakukan," ujar Hasto saat membuka FGD di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta, Selasa (18/9/2018).
Menurut Hasto, melalui kegiatan FGD yang dilaksanakan TKN Jokowi-KH. Ma'ruf Amin ini diharapkan seluruh timses paslon akan memahami aturan main mana yang boleh dan mana yang tidak boleh sesuai aturan yang diterapkan KPU dan Bawaslu.
Sekjen DPP PDI Perjuangan ini menganggap aturan jelas diperlukan karena tak jarang sebagai Incumbent kerap dituding pihak-pihak tertentu melakukan pelenggaran pemilu.
"Karena kami ingin menjadikan pemilu ini benar-benar sebagai sebuah upaya yang juga mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana perintah konstitusi," tandasnya.
(maf)