KH Ma'ruf dan Mahathir Bertemu Bahas Sejumlah Masalah

Sabtu, 08 September 2018 - 20:22 WIB
KH Maruf dan Mahathir...
KH Ma'ruf dan Mahathir Bertemu Bahas Sejumlah Masalah
A A A
JAKARTA - Sehari setelah pengumuman Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin (KMA), KH Ma'ruf diundang bertemu Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Muhammad.

Keduanya bertemu di kediaman pribadi Mahathir, di Mines Residence, Kembangan, Malaysia, Sabtu (8/9/2018). Dalam kunjungan tersebut, KMA menghaturkan tahniah atau ucapan selamat kepada Mahathir yang telah dilantik menjadi Perdana Menteri Malaysia pada 9 Mei 2018 lalu.

Mahathir yang kini berusia 93 tahun itu akan memimpin Malaysia hingga lima tahun ke depan.
"Dr Mahatir Muhammad yang memimpin Malaysia untuk yang kelima kalinya merupakan tokoh senior yang terkemuka baik di Asia dan Internasional yang sarat dengan pengalaman mumpuni dan nasionalisme yang sangat meyakinkan dalam dinamika politik ekonomi global," ujar Kiai Ma'ruf.

KMA meyakini bahwa persaudaraan Malaysia dan Indonesia akan semakin baik di era kepemimpinan Mahatir Muhammad, hal ini sudah dibuktikan oleh pilihan Mahatrhir yang menjadikan Indonesia sebagai negara pertama yangil dikunjungi setelah pelantikannya.

Dalam pertemuan tersebut didiskusikan mengenai isu-isu politik, ekonomi, sosial baik di lingkungan Asean dan Asia serta kecenderungan politik internasional. Kesempatan ini digunakan oleh KMA untuk menitipkan warga negara Indonesia yang beraktivitas di Malaysia di banyak sektor pendidikan, tenaga kerja, bisnis dan lain sebagainya.

"Kita berharap agar para WNI yang beraktivitas di Malaysia dipandang tidak hanya sebagai warga negara yang serumpun dan mitra kerja namun lebih jauh dari itu hendaknya dilihat sebagai saudara sehingga kendala dan pelbagai permasalahan yang kemungkinan muncul dapat terselesaikan secara kekeluargaan dan persaudaraan," imbuhnya.

Mahathir pun menyambut gembira kunjungan KMA. Dan berkomitmen untuk meningkatkan kerjasama bilateral antara dua negara serumpun ini.

"Hubungan kedekatan Malaysia dan Indonesia bukan hanya sebagai dua negara yang bertetangga secara kewilayahan namun juga selama puluhan tahun terjalin relasi spiritual dan kultural. Kedua negara ini adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam yang berorientasi ahlus sunnah waljamaah," kata Mahathir

"Dan telah berlangsung aliran tenaga kerja dari Indonesia ke Malaysia dalam jumlah besar yang tentunya ikut mempengaruhi kebudayaan Malaysia. Dalam kunjungan saya ke Indonesia pun, saya bersama Presiden Indonesia sudah sepakat untuk meningkatkan hubungan yang telah terjalin ini," tambahnya.

Wakil Sekjen PBNU Hery Haryanto Azumi mengapresiasi pertemuan tersebut. Menurut Sekjend Majlis Dzikir Hubbul Wathon ini, Pertemuan dua tokoh ini merupakan momentum penting bagi hubungan bilateral antara Malaysia dan Indonesia karena satu sama lain dapat saling belajar sehingga diperoleh manfaat untuk kepentingan negara dan bangsa.

"KH Ma’ruf Amin tokoh Islam yang memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia tentu berbagi pengalaman tentang Islam dan Indonesia sebagai negara besar dari sisi wilayah admisnistratif dan majemuk dari segi agama, etnis, dan kebudayaan. Sebaliknya, Perdana Menteri Mahathir sebagai tokoh politik dunia yang lebih senior dari Kyai Ma'ruf, dengan reputasi mengagumkan merupakan inspirasi terkuat yang mengokohkan langkah politik KH. Ma’ruf Amin yang akan berlaga dalam pemilihan presiden 2019 di Indonesia," papar Koordinator Barisan Kiai Ma'ruf itu.

Dalam kapasitasnya sebagai pemimpin tertinggi NU, KMA menurut Heri juga tentu mengajak, agar di kepemimpinan Dr. Mahatir Muhammad, kepengurusan NU tumbuh dan berkembang semakin dinamis semakin terjalin hubungan kemitraan yang baik dengan Pemerintah Malaysia. Hal ini pada gilirannya diharapkan mampu menjadikan NU Cabang Malaysia menjadi kepengurusan NU terbaik di dunia yang bermanfaat untuk penduduk kedua negara.
(maf)
Berita Terkait
Survei Indikator Politik:...
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi-Maruf Cenderung ke Ganjar Pranowo
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Pilpres 2024, Perindo...
Pilpres 2024, Perindo Jamin Lanjutkan Gagasan Jokowi-Ma'ruf Amin
Maruf Amin Harap Kepemimpinannya...
Ma'ruf Amin Harap Kepemimpinannya dengan Jokowi Berakhir Husnulkhatimah
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Mau Gabung Kabinet Jokowi: Saya Tidak Ingin Bangsa Ini Pecah
Buruh Puji Kabinet Jokowi...
Buruh Puji Kabinet Jokowi Tak Terpengaruh Kasak-kusuk Pilpres 2024
Berita Terkini
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Penunjukan Kepala BGN...
Penunjukan Kepala BGN Baru Dinilai Tepat untuk Membenahi MBG
KPK Lelang 106 Lot Barang...
KPK Lelang 106 Lot Barang Rampasan Korupsi dari 26 Perkara, Ada Handphone hingga Bidang Tanah
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved