Figur Jokowi-Ma'ruf Dinilai Bisa Satukan Cebong-Kampret
Kamis, 06 September 2018 - 19:16 WIB
Figur Jokowi-Ma'ruf Dinilai Bisa Satukan Cebong-Kampret
A
A
A
JAKARTA - Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Aria Bima meminta kepada para juru bicara agar mencermati persepsi publik yang dibangun di media sosial atau dunia maya.
"Perkembangan, narasi-narasi yang dibangun para follower-follower yang para pelaku medsos baik itu di twitter atau Facebook atau Instagram," kata Aria di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta, Kamis (6/9/2018).
Aria mengaku, TKN Jokowi-Ma'ruf akan memberikan perhatian serius kepada relawan dan pendukung agar memberikan branding yang positif di media sosial. Aria menganggap figur Jokowi-Ma'ruf merupakan branding rekonsiliatif sebagai tali kebangsaan warga negara yang disebutnya 'head to head' selama hampir 4 tahun.
"Ya saya buka aja, (head to head) antara Cebong dengan Kampret yang tidak pernah selesai sejak 2014 sampai hari ini," ungkapnya.
Politikus PDI Perjuangan ini mengatakan, pihaknya sejak awal memiliki komitmen untuk membangun narasi yang positif dan tidak akan membuat luka batin di masyarakat seperti kampanye negatif, saling menyerang dan mencela serta menghindari ujaran kebencian dan hoax.
Menurut Aria, siapa pun presiden yang terpilih nantinya pada ujungnya juga harus menjadi presiden bagi seluruh rakyat Indonesia termasuk presiden bagi 'kampret dan cebong'. Menurutnya, figur Jokowi-Ma'ruf merupakan figur rekonsiliatif anak bangsa, figur rekonsiliatif antara cebong dan kampret.
"Siapa pun itu nanti yang menang ini nanti adalah presiden Indonesia. Untuk itu program-program yang kita lakukan untuk para followers, untuk tim konten daripada tim sosmed," tandasnya.
"Perkembangan, narasi-narasi yang dibangun para follower-follower yang para pelaku medsos baik itu di twitter atau Facebook atau Instagram," kata Aria di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta, Kamis (6/9/2018).
Aria mengaku, TKN Jokowi-Ma'ruf akan memberikan perhatian serius kepada relawan dan pendukung agar memberikan branding yang positif di media sosial. Aria menganggap figur Jokowi-Ma'ruf merupakan branding rekonsiliatif sebagai tali kebangsaan warga negara yang disebutnya 'head to head' selama hampir 4 tahun.
"Ya saya buka aja, (head to head) antara Cebong dengan Kampret yang tidak pernah selesai sejak 2014 sampai hari ini," ungkapnya.
Politikus PDI Perjuangan ini mengatakan, pihaknya sejak awal memiliki komitmen untuk membangun narasi yang positif dan tidak akan membuat luka batin di masyarakat seperti kampanye negatif, saling menyerang dan mencela serta menghindari ujaran kebencian dan hoax.
Menurut Aria, siapa pun presiden yang terpilih nantinya pada ujungnya juga harus menjadi presiden bagi seluruh rakyat Indonesia termasuk presiden bagi 'kampret dan cebong'. Menurutnya, figur Jokowi-Ma'ruf merupakan figur rekonsiliatif anak bangsa, figur rekonsiliatif antara cebong dan kampret.
"Siapa pun itu nanti yang menang ini nanti adalah presiden Indonesia. Untuk itu program-program yang kita lakukan untuk para followers, untuk tim konten daripada tim sosmed," tandasnya.
(pur)