Ungkap 25 Juta Data Pemilih Ganda, KPU: Insya Allah Tak Sebanyak Itu

Selasa, 04 September 2018 - 16:56 WIB
Ungkap 25 Juta Data...
Ungkap 25 Juta Data Pemilih Ganda, KPU: Insya Allah Tak Sebanyak Itu
A A A
JAKARTA - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Aziz mengaku, pihaknya menghormati upaya partai politik dalam menganalisis terhadap data pemilih yang akan digunakan pada pemilu 2019 mendatang.

Termasuk analisis parpol koalisi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno yang mengaku menemukan 25 juta data pemilih ganda.

Menurut Viryan, poin penting yang harus dijelaskan kepada masyarakat terkait adanya data pemilih ganda yang menjadi pemberitaan media massa hari ini. "Poin pentingnya terkait kegiatan penyusunan bahwa benar besok akan dilakukan rapat pleno terbuka DPT nasional," ujar Viryan di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (4/9/2018).

Viryan menjelaskan, rekapitulasi data pemilih sebelumnya dilakukan secara berjenjang di tingkat kabupaten/kota dari tanggal 15-28 Agustus 2018, kemudian ditetapkan menjadi DPT di 514 kabupaten/kota melalui rapat pleno terbuka yang dihadiri oleh seluruh parpol peserta pemilu dan Bawaslu daerah.

Menurutnya, kemudian rapat pleno terbuka rekapitulasi itu dilanjutkan di tingkat provinsi pada 29-30 Agustus yang juga mengundang parpol peserta pemilu dan Bawaslu setempat.

"Setelah rapat pleno tersebut juga dilakukan hal yang sama di tingkat provinsi diberikan soft filenya. Dan besok kami akan lakukan rapat pleno terbuka rekapitulasi DPT nasional," ungkapnya.

Masih menurut Viryan, besok setelah dilakukan rapat pleno terbuka DPT nasional, seluruh parpol peserta pemilu dan Bawaslu juga akan mendapatkan soft filenya.
Menurut Viryan, langkah serupa dilakukan KPU juga pada saat dilakukan rekapitulasi dan rapat pleno penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) dilakukan sebelum Idul Fitri. Bahkan, sejumlah KPU melakukan penetapan DPS dan pembagian soft file pada saat Idul Fitri.

"Pernyataan di media, yang kami baca bahwa belum diberikan soft file adalah tidak benar. Sudah kita berikan, untuk tingkat nasional, kan ada PKS dan ada koalisi, tiga partai itu sudah menerima,"katanya.

"Jadi, tanggal 12 juli, pada saat rekapitulasi DPS tingkat nasional, kami sudah membagikan juga, pada waktu itu di Kemang, di LPPI, kami sudah membagikan juga, ini ada tanda terimanya, Gerindra, PKS, Demokrat. Sudah kami berikan soft file data pemilih by name dan berita acara (BA) DPS," jelasnya.

Terkait informasi yang menyebutkan bahwa ada sekira 25 juta data pemilih ganda, kata Viryan, memang berdasarkan analisis yang diberikan PKS kemarin saat Rapat Dengar Pendapat (RDP). Saat itu, PKS menyebutkan berdasarkan tiga elemen yakni Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nama dan Tanggal Lahir.

Terkait dengan NIK, Viryan menjelaskan, sesuai permintaan Dirjen Dukcapil, ada surat disampaikan kepada KPU yang kemudian dimasukkan ke dalam PKPU nomor 11 tahun 2018, softfile yg diserahkan ke parpol, yakni empat angka atau sejumlah angka terakhir, itu diganti dengan tanda bintang.

Dia menduga sangat mungkin analisa yang disampaikan PKS tidak lengkap karena empat angka terakhir dalam NIK sebenarnya diganti tanda bintang sebagai hal yang dikecualikan karena menyangkut data pribadi penduduk.

"Data itu muncul dengan empat angka di belakang hilang , maka sejumlah NIK memang menjadi sama. Kan elemennya lebih dari itu, kemudian NIK nya pun hanya 12 angka tidak 16. Maka insy Allah (data ganda) tidak sebanyak (25 juta) itu," tandasnya.
(pur)
Berita Terkait
Calon Anggota KPU Ini...
Calon Anggota KPU Ini Dicecar DPR soal Ratusan Petugas KPPS Meninggal
KPU: Honor Anggota KPPS...
KPU: Honor Anggota KPPS Pemilu 2024 Naik Dua Kali Lipat
Ngotot Ingin Gelar Pilkada...
Ngotot Ingin Gelar Pilkada 2020, Pemerintah Diingatkan Tragedi Pemilu 2019
KPU Diminta Bikin Debat...
KPU Diminta Bikin Debat Pilpres 2024 Lebih Panas
Diduga Ada Kecurangan...
Diduga Ada Kecurangan Hitung Suara Sirekap, Ini Daftar Link Lapornya
Mantan Angggota KPU...
Mantan Angggota KPU Sebut MK Belokkan Keputusan yang Sudah Lurus
Berita Terkini
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved