Asian Games 2018 Jadi Bukti Indonesia Negara Kuat dan Aman
Senin, 03 September 2018 - 12:39 WIB
Asian Games 2018 Jadi Bukti Indonesia Negara Kuat dan Aman
A
A
A
JAKARTA - Asian Games 2018 telah usai dan ditutup dengan acara yang megah dan syarat makna. Istimewa dinilai sebagai kata paling tepat untuk menggambarkan keberhasilan Indonesia menghelat pesta olahraga negara-negara Asia itu.
Di samping sukses luar biasa secara penyelenggaraan, Indonesia mampu bertengger di posisi keempat perolehan medali.
Asian Games 2018 juga dinilai terbukti mampu menggairahkan perekonomian serta membangkitkan persatuan dan kesatuan Indonesia.Hal itu terlihat dari sepanjang dua minggu penyelenggaraan, masyarakat tidak pernah surut mendatangi tempat pertandingan untuk mendukung perjuangan atlet-atlet Indonesia. Bahkan kawasan Gelora Bung Karno (GBK), siang malam dijubeli ribuan orang yang ingin merasakan suasana bersejarah yang bernama Asian Games 2018.
Praktisi hukum Suhardi Somomoeljono menilai fenomena ini sangat luar biasa. Hal ini tidak lepas dari upaya pemerintah di bawah komando Presiden Joko Widodo dalam mendukung Asian Games 2018.
Bahkan dia menyamakan Presiden Jokowi dengan Presiden Soekarno saat Indonesia kali pertama menyelenggarakan Asian Games 1962.
“Presiden Jokowi dan segenap unsur pemerintah, juga panitia Asian Games 2018 (Inasgoc) benar-benar mampu memompa semangat para atlet dan masyarakat Indonesia sehingga hajatan ini terasa sangat istimewa. Apa yang dilakukan Presiden Jokowi sama seperti Presiden Soekarno tahun 1962,” tutur Suhardi di Jakarta, Senin (3/9/2018).
Menurut dia, memompa semangat para atlet dalam rangka meraih prestasi emas di arena Asian Games 2018 adalah salah satu bentuk cara untuk memupuk rasa nasionalisme dalam rangka penguatan persatuan dan kesatuan suatu bangsa.
Dia menilai kemenangan dan meraih medali emas adalah bagian dari strategi Indonesia dalam menunjukkan kebesaran suatu bangsa di mata internasional.
Bagi Suhardi, momentum berpelukan Presiden Jokowi dan calon presiden Prabowo Subianto saat menyaksikan final cabang pencak silat menjadikan Asian Games 2018 lebih dari sekadar istimewa.Momentum itu dikatakannya terbukti mampu menyejukkan bangsa karena secara bersamaan di luar arena, suasana gaduh mulau terjadi menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
“Momentum itu sangat indah tanpa seting atau rekayasa politik. Masyarakat dapat belajar bagaimana kedua kandidat capres mampu menunjukkan sikap sebagai negarawan. Itu sangat bagus untuk pendidikan politik masyarakat Indonesia dan masyarakat dunia tentunya,” tutur Suhardi yang juga pakar deradikalisasi ini.
Dia juga mengacungi jempol dengan berjalannya lancar dan amannya Asian Games 2018. Ini sangat melegakan sekaligus membuktikan Indonesia negara aman, terutama dari gangguan kelompok radikal terorisme.
Suhardi pun mengapresiasi kinerja seluruh pihak terkait seperti Polri, TNI, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Badan Intelijen Negara (BIN), dan institusi lainnya yang sangat intens dalam menyukseskan pelaksanaan Asian Games.
Dia berharap setelah Asian Games 2018, spirit The Energy of Asia yang dibawa Asian Games 2018 bisa terus mengilhami bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa besar dan mampu bersaing di era globalisasi ini.
Di samping sukses luar biasa secara penyelenggaraan, Indonesia mampu bertengger di posisi keempat perolehan medali.
Asian Games 2018 juga dinilai terbukti mampu menggairahkan perekonomian serta membangkitkan persatuan dan kesatuan Indonesia.Hal itu terlihat dari sepanjang dua minggu penyelenggaraan, masyarakat tidak pernah surut mendatangi tempat pertandingan untuk mendukung perjuangan atlet-atlet Indonesia. Bahkan kawasan Gelora Bung Karno (GBK), siang malam dijubeli ribuan orang yang ingin merasakan suasana bersejarah yang bernama Asian Games 2018.
Praktisi hukum Suhardi Somomoeljono menilai fenomena ini sangat luar biasa. Hal ini tidak lepas dari upaya pemerintah di bawah komando Presiden Joko Widodo dalam mendukung Asian Games 2018.
Bahkan dia menyamakan Presiden Jokowi dengan Presiden Soekarno saat Indonesia kali pertama menyelenggarakan Asian Games 1962.
“Presiden Jokowi dan segenap unsur pemerintah, juga panitia Asian Games 2018 (Inasgoc) benar-benar mampu memompa semangat para atlet dan masyarakat Indonesia sehingga hajatan ini terasa sangat istimewa. Apa yang dilakukan Presiden Jokowi sama seperti Presiden Soekarno tahun 1962,” tutur Suhardi di Jakarta, Senin (3/9/2018).
Menurut dia, memompa semangat para atlet dalam rangka meraih prestasi emas di arena Asian Games 2018 adalah salah satu bentuk cara untuk memupuk rasa nasionalisme dalam rangka penguatan persatuan dan kesatuan suatu bangsa.
Dia menilai kemenangan dan meraih medali emas adalah bagian dari strategi Indonesia dalam menunjukkan kebesaran suatu bangsa di mata internasional.
Bagi Suhardi, momentum berpelukan Presiden Jokowi dan calon presiden Prabowo Subianto saat menyaksikan final cabang pencak silat menjadikan Asian Games 2018 lebih dari sekadar istimewa.Momentum itu dikatakannya terbukti mampu menyejukkan bangsa karena secara bersamaan di luar arena, suasana gaduh mulau terjadi menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
“Momentum itu sangat indah tanpa seting atau rekayasa politik. Masyarakat dapat belajar bagaimana kedua kandidat capres mampu menunjukkan sikap sebagai negarawan. Itu sangat bagus untuk pendidikan politik masyarakat Indonesia dan masyarakat dunia tentunya,” tutur Suhardi yang juga pakar deradikalisasi ini.
Dia juga mengacungi jempol dengan berjalannya lancar dan amannya Asian Games 2018. Ini sangat melegakan sekaligus membuktikan Indonesia negara aman, terutama dari gangguan kelompok radikal terorisme.
Suhardi pun mengapresiasi kinerja seluruh pihak terkait seperti Polri, TNI, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Badan Intelijen Negara (BIN), dan institusi lainnya yang sangat intens dalam menyukseskan pelaksanaan Asian Games.
Dia berharap setelah Asian Games 2018, spirit The Energy of Asia yang dibawa Asian Games 2018 bisa terus mengilhami bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa besar dan mampu bersaing di era globalisasi ini.
(dam)