Masyarakat Diimbau Tidak Baper Respons Perang Tagar Pilpres

Senin, 03 September 2018 - 07:20 WIB
Masyarakat Diimbau Tidak...
Masyarakat Diimbau Tidak Baper Respons Perang Tagar Pilpres
A A A
JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengimbau, agar masyarakat dan semua pihak tidak baper atau terbawa perasaan dalam menghadapi perang hashtag atau tagar (tanda pagar) jelang penyelenggaraan pemilu presiden (pilpres) 2019.

Sementara saat ini kata Rudiantara, di media sosial (medsos) ramai tagar 2019 tetap Jokowi dan 2019 ganti presiden.

"Ya balik lagi ke kita, asal jangan baperan semuanya. Itu saja. Kalau hashtag enggak bisa dicegah, yang penting jangan baperan," kata Menkominfo Rudiantara kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, kemarin.

Adapun potensi kerawanan pilpres akibat perang tagar, pria yang akrab disapa Chief RA itu menegaskan bahwa yang terpenting semua pihak tidak terbawa perasaan. "Jangan baperan, intinya itu aja," tegasnya.

(Baca juga: Parpol Harus Bangun Narasi Impresif di Medsos)

Terkait hoaks atau berita palsu jelang pilpres, Chief RA​ mengakui bahwa hoaks pasti ada tapi yang terpenting adalah bagaimana mencegahnya. Dan Kemenkominfo bersama dengan platform (penyedia medsos) sudah menyiapkan alatnya dan hal ini juga tengah dibahas bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

"Hoaks ada pasti, tapi yang penting bagaimana kita mengaddressnya dan kita bersama dengan platform juga menyiapkan tools alat dengan bawaslu dan KPU sudah kita bicarakan," ujar Rudi.

Namun, menurut Chief RA, sejauh ini hoax masib belum meningkat karena mungkin belum memasuki masa kampanye.

"Belum kok (meningkat), belum masuk kampanye kok nanti September," imbuhnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Ilham Saputra mengatakan, hashtag atau tagar diperbolehkan karena bukan bagian dari kampanye. Jadi, gerakan 2019 tetap Jokowi atau 2019 ganti presiden dan sebagainya bukan bagian dari kampanye.

"Silahkan saja itu kan bagian dari dinamika dalam sistem perpolitikan kita. Kita tidak mendefinisikan itu sebagai kampanye," kata Ilham di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, kemarin.
(maf)
Berita Terkait
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Soal Reshuffle Kabinet,...
Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat: Jokowi Menang 2-0 Atas Prabowo-Sandi
Survei Indikator Politik:...
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi-Maruf Cenderung ke Ganjar Pranowo
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Mau Gabung Kabinet Jokowi: Saya Tidak Ingin Bangsa Ini Pecah
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Kepada Deddy Corbuzier,...
Kepada Deddy Corbuzier, Prabowo Blak-blakan Ungkap Alasan Mau Jadi Menteri Jokowi
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved