Tak Bisa Rebut Hati Milenial, Capres Bakal Gagal di Pilpres
Jum'at, 24 Agustus 2018 - 11:13 WIB
Tak Bisa Rebut Hati Milenial, Capres Bakal Gagal di Pilpres
A
A
A
JAKARTA - Pemilih dari kalangan milenial dinilai akan menjadi barometer kemenangan pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019.
Oleh karena itu, calon presiden- calon wakil presiden (capres-cawapres) dinilai harus memiliki kemampuan untuk merebut hati pemilih milenial (rentang usia 17-35 tahun).
Pengamat politik Indonesia Public Institute (IPI) Jerry Massie mengatakan, akan ada 196 juta pemilih di Pilpres 2019. Sementara 45% atau sekitar 80 juta adalah pemilih milenial.
Oleh karena itu, kata Jerry, dua pasang capres-cawapres harus menyiapkan startegi khsusu untuk mendekati generasi milenial.
"Salah konsep, salah branding, salah program untuk anak muda, mereka bisa gagal di Pilpres 2019," kata Jerry kepada SINDOnews, Jumat (24/8/2018). (Baca juga: Mengukur Posisi Tawar Generasi Milenial di Pilpres 2019 )
Menilik komposisi pasangan capres-cawapres, Jerry menilai pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno lebih unggul dari pasangan Joko Widodo-Maruf Amin dalam perkara menggaet generasi milenial.
Jeri memperkirakan perbandingan antara keduanya 60% untuk Prabowo-Sandiaga dan 40% untuk Jokowi-Ma'ruf.
Dari segi usia, kata dia, Sandi yang masih muda secara alamiah memiliki kemampuan untuk mendekati generasi milenial. Melalui komunitas-komunitas, melalui forum penguasaha yang isinya dominan anak muda.
Jerry mengatakan, Sandi bisa mendongkrak elektabilitas Prabowo di kalangan milenial. Meski demikian, lanjut Jerry, kedekatan dan kemampuan Ma'ruf menggaet pemilih muslim dan kalangan santri tak bisa dipandang sebelah mata. Jerry mengatakan, santri juga bagian dari generasi milenial.
"Ada sekitar 45% suara milenial, ini bisa terbagi untuk Ma'ruf dan Sandi," kata Jerry.
Oleh karena itu, calon presiden- calon wakil presiden (capres-cawapres) dinilai harus memiliki kemampuan untuk merebut hati pemilih milenial (rentang usia 17-35 tahun).
Pengamat politik Indonesia Public Institute (IPI) Jerry Massie mengatakan, akan ada 196 juta pemilih di Pilpres 2019. Sementara 45% atau sekitar 80 juta adalah pemilih milenial.
Oleh karena itu, kata Jerry, dua pasang capres-cawapres harus menyiapkan startegi khsusu untuk mendekati generasi milenial.
"Salah konsep, salah branding, salah program untuk anak muda, mereka bisa gagal di Pilpres 2019," kata Jerry kepada SINDOnews, Jumat (24/8/2018). (Baca juga: Mengukur Posisi Tawar Generasi Milenial di Pilpres 2019 )
Menilik komposisi pasangan capres-cawapres, Jerry menilai pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno lebih unggul dari pasangan Joko Widodo-Maruf Amin dalam perkara menggaet generasi milenial.
Jeri memperkirakan perbandingan antara keduanya 60% untuk Prabowo-Sandiaga dan 40% untuk Jokowi-Ma'ruf.
Dari segi usia, kata dia, Sandi yang masih muda secara alamiah memiliki kemampuan untuk mendekati generasi milenial. Melalui komunitas-komunitas, melalui forum penguasaha yang isinya dominan anak muda.
Jerry mengatakan, Sandi bisa mendongkrak elektabilitas Prabowo di kalangan milenial. Meski demikian, lanjut Jerry, kedekatan dan kemampuan Ma'ruf menggaet pemilih muslim dan kalangan santri tak bisa dipandang sebelah mata. Jerry mengatakan, santri juga bagian dari generasi milenial.
"Ada sekitar 45% suara milenial, ini bisa terbagi untuk Ma'ruf dan Sandi," kata Jerry.
(dam)