KPU Dorong Peserta Pemilu Jujur dan Transparan Soal Dana Kampanye
Kamis, 23 Agustus 2018 - 15:03 WIB
KPU Dorong Peserta Pemilu Jujur dan Transparan Soal Dana Kampanye
A
A
A
JAKARTA - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mendorong peserta Pemilu 2019, untuk meningkatkan kredibilitas pemilu dengan cara transparan dalam melaporkan dana kampanye.
"KPU selalu mendorong untuk membangun kredbilitas itu dengan cara sekurang-kurangnya dua hal, transparan dan integritas," kata Arief di Hotel Mandarin, Jakarta Pusat, Kamis (23/8/2018).
Arief menjelaskan, transparan yang dimaksud adalah seluruh proses dana kampanye bisa diakses oleh masyarakat, utamanya dana yang bersumber dari pemerimaan yang diterima partai politik (Parpol) dan peserta pemilu.
Adapun mengenai integritas pemilu, kata Arief, partai politik harus jujur tentang sumber penerimaan dan pengeluaran dana kampanye. Dia berharap, penerimaam dan pengeluaraan dana kampanye dilaporkan apa adanya kepada masyarakat.
Menurutnya, langkah tersebut diyakininya bisa meningkatkan partipasi masyarakat dalam memilih. "Jadi partisipasi bukan hanya persoalan dia tahu ada pemilu atau tidak, tetapi bagaimana merespons proses pemilu, calon baik, proses penyelenggaraan baik, maka partisipasi meningkat," ujarnya.
"KPU selalu mendorong untuk membangun kredbilitas itu dengan cara sekurang-kurangnya dua hal, transparan dan integritas," kata Arief di Hotel Mandarin, Jakarta Pusat, Kamis (23/8/2018).
Arief menjelaskan, transparan yang dimaksud adalah seluruh proses dana kampanye bisa diakses oleh masyarakat, utamanya dana yang bersumber dari pemerimaan yang diterima partai politik (Parpol) dan peserta pemilu.
Adapun mengenai integritas pemilu, kata Arief, partai politik harus jujur tentang sumber penerimaan dan pengeluaran dana kampanye. Dia berharap, penerimaam dan pengeluaraan dana kampanye dilaporkan apa adanya kepada masyarakat.
Menurutnya, langkah tersebut diyakininya bisa meningkatkan partipasi masyarakat dalam memilih. "Jadi partisipasi bukan hanya persoalan dia tahu ada pemilu atau tidak, tetapi bagaimana merespons proses pemilu, calon baik, proses penyelenggaraan baik, maka partisipasi meningkat," ujarnya.
(maf)