Tanggapan Timses Sikapi Desakan Ma'ruf Amin Mundur dari Jabatannya

Selasa, 14 Agustus 2018 - 10:05 WIB
Tanggapan Timses Sikapi...
Tanggapan Timses Sikapi Desakan Ma'ruf Amin Mundur dari Jabatannya
A A A
JAKARTA - Joko Widodo telah memilih Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden (cawapres) pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019.

Sejumlah seruan pun muncul agar Kiai Ma'ruf yang juga Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini mundur dari posisinya sebagai Rais di Organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Menanggapi hal ini, tim sukses Jokowi-Ma'ruf menilai PBNU telah berdiri lama sejak 1926 dengan memiliki kultur dan perangkat aturan tersendiri. Sehingga, tim kampanye merasa tidak berwenang menindak lanjuti permintaan agar Ma'ruf mundur dari organisasinya.

"Tetapi apa pun memang dengan menjadi calon wakil presiden itu KH Ma'ruf amin menjadi milik bangsa, KH maruf menjadi representasi yang mengayomi yang kemudian bersama-sama dengan Pak Jokowi yang memiliki teknokraksi yang sangat baik kemudian rasa empati kepada rakyat sangat kuat," ujar Sekretaris Tim Kampaye Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto usai pelatihan Juru bicara kampanye nasional, Hotel Oria Menteng, Jakarta 13 Agustus 2018.

Dia menganggap figur Ma'ruf bisa saling melengkapi untuk Jokowi pada periode kedua nanti. Hasto menganggap kehadiran Ma'ruf sebagai cawapres Jokowi menjadi pengayom untuk seluruh bangsa. Apalagi selama ini Ma'ruf banyak dikenal masyarakat sebagai Ketua Umum MUI.

"Tetapi sosok sebagai soerang ulama kan tidak dihilangkan, nanti justu yang akan tampil adalah penampilan yang berbeda dengan kultur yang sama, ya itu yang akan tampak dari sosok KH Maruf," ujar Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.

Sebelumnya, sejumlah pihak, termasuk mantan Rais Aam PBNU Mustofa Bisri atau Gus Mus menilai Ma'ruf harus mundur dari jabatannya, baik di PBNU maupun di MUI.
(dam)
Berita Terkait
Survei Indikator Politik:...
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi-Maruf Cenderung ke Ganjar Pranowo
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
PAN Ungkap Pernah Diveto...
PAN Ungkap Pernah Diveto Amien Rais Ketika Ingin Gabung Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Mau Gabung Kabinet Jokowi: Saya Tidak Ingin Bangsa Ini Pecah
Berita Terkini
Hendardi Beberkan 3...
Hendardi Beberkan 3 Kejanggalan Penanganan Kasus Febrie Adriansyah oleh Kejagung: Keberanian KPK Sedang Diuji
3 Brigjen Pol Dimutasi...
3 Brigjen Pol Dimutasi Kapolri ke Divkum Polri pada Juni 2026, Ini Daftar Namanya
M Jasin Dorong KPK Ambil...
M Jasin Dorong KPK Ambil Alih Kasus Febrie Andriansyah: Jangan Ewuh Pakewuh
Kasus Eks Jampidsus...
Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Diyakini Terus Berkembang, Eks Penyidik KPK: Ikuti Aliran Uangnya
BNPB: Karhutla Landa...
BNPB: Karhutla Landa Tiga Daerah, Terparah di Banjarbaru Kalsel
Verifikasi Laporan Gratifikasi...
Verifikasi Laporan Gratifikasi Raja Juli Rampung, KPK: Kini Didalami di Tahap Penindakan
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved