Respons PBNU jika Cawapres Jokowi Bukan dari Nahdliyin
Rabu, 08 Agustus 2018 - 20:06 WIB
Respons PBNU jika Cawapres Jokowi Bukan dari Nahdliyin
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj dan sejumlah pengurus PBNU baru saja menggelar pertemuan dengan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Pertemuan menyikapi kondisi politik yang berkembang saat ini jelang pengumuman capres dan cawapres.
Ketua PBNU Robikin Emhas mengatakan, pertemuan digelar setelah KH Said Aqil, Rais Aam PBNU KH Ma'ruf Amin dan juga Cak Imin dipanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Istana tadi siang.
"Kemudian (kami) kumpul, untuk saling berbagi kisah dan setelah itu kemudian menghubungi beberapa Kiai sepuh, yang beberapa waktu lalu sudah komunikasi (ke PBNU)," kata Robikin di Kantor PBNU, Jakarta, Rabu (8/8/2018).
Robikin mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut disepakati jika nantinya cawapres Jokowi bukan kader NU, maka kalangan Nahdliyin merasa tidak memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menyukseskan
"Tali wondo mensyukseskan. Jadi itu pesannya," ujar Robikin.
Dalam pertemuan tersebut ditegaskan bahwa cawapres Jokowi harus dari kader NU. Robikin menyebut, Cak Imin merupkan kader NU. Sementara Anggota Dewan Pengarah BPIP Mahfud MD yang digadang-gadang kuat menjadi cawapres Jokowi disebut bukan masuk sebagai kader NU.
"Tapi sekali lagi pada pokoknya pesan para masayih, para kiai, ulama, akan kita sampaikan kepada pihak lain, bahwa kalau tidak kader NU, khawatir warga Nahdiyin tidak merasa memiliki tanggung jawab moral untuk cancut tali wondo itu saja intinya," tandasnya.
Ketua PBNU Robikin Emhas mengatakan, pertemuan digelar setelah KH Said Aqil, Rais Aam PBNU KH Ma'ruf Amin dan juga Cak Imin dipanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Istana tadi siang.
"Kemudian (kami) kumpul, untuk saling berbagi kisah dan setelah itu kemudian menghubungi beberapa Kiai sepuh, yang beberapa waktu lalu sudah komunikasi (ke PBNU)," kata Robikin di Kantor PBNU, Jakarta, Rabu (8/8/2018).
Robikin mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut disepakati jika nantinya cawapres Jokowi bukan kader NU, maka kalangan Nahdliyin merasa tidak memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menyukseskan
"Tali wondo mensyukseskan. Jadi itu pesannya," ujar Robikin.
Dalam pertemuan tersebut ditegaskan bahwa cawapres Jokowi harus dari kader NU. Robikin menyebut, Cak Imin merupkan kader NU. Sementara Anggota Dewan Pengarah BPIP Mahfud MD yang digadang-gadang kuat menjadi cawapres Jokowi disebut bukan masuk sebagai kader NU.
"Tapi sekali lagi pada pokoknya pesan para masayih, para kiai, ulama, akan kita sampaikan kepada pihak lain, bahwa kalau tidak kader NU, khawatir warga Nahdiyin tidak merasa memiliki tanggung jawab moral untuk cancut tali wondo itu saja intinya," tandasnya.
(maf)